METRO PADANG

Dari Kumuh jadi Layak Huni, Kawasan Pasia Nan Tigo Kini Lebih Tertata, Ditargetkan Rampung 29 Januari 2026

6
×

Dari Kumuh jadi Layak Huni, Kawasan Pasia Nan Tigo Kini Lebih Tertata, Ditargetkan Rampung 29 Januari 2026

Sebarkan artikel ini
PENINJAUAN PERMUKIMAN KUMUH— Wako Fadly Amran meninjau langsung progres penataan kawasan permukiman kumuh di RW 03 Pasir Sebelah, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Senin (19/1). Penataan kawasan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemko Padang, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta Pemprov Sumbar.

PADANG, METROPenataan kawasan permukiman kumuh di kawasan pesisir yang padat penduduk terus dilakukan Pemko Padang. Hal ini sebagai bentuk komitmen untuk menjadikan wilayah Kota Padang sebagai hunian yang lebih manusiawi, sehat, dan tertata rapi.

Senin (19/1), Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung progres penataan kawasan permukiman kumuh di RW 03 Pasir Sebelah, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Senin (19/1).

Penataan kawasan ter­sebut merupakan hasil si­nergi antara Pemerintah Kota Padang, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta Pemerintah Provinsi Su­matera Barat dalam mempercepat penanganan kawasan kumuh, khususnya di wilayah pesisir Kota Padang.

Dalam kunjungannya, Fadly Amran melihat langsung hasil pembangunan sejumlah infrastruktur da­sar, seperti jalan lingku­ngan, drainase, sarana sanitasi, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga.

Ia menyampaikan apre­siasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih layak, bersih, dan sehat bagi masya­rakat.

“Pemerintah Kota Padang berkomitmen meng­hadirkan lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan layak huni. Dukungan dari Kementerian PKP sangat membantu per­cepatan penuntasan kawasan kumuh di Kota Padang,” ujar Fadly Amran.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Perumahan dan Kawasan Permukiman Balai Penyedia Sumatera III Kementerian PKP, Aliasmi Zesra, menjelaskan penataan kawasan kumuh di Pasia Nan Tigo mencakup pembangunan jalan lingkungan sepanjang 712 meter, saluran drainase sepanjang 3.167 meter, rehabilitasi 11 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), serta pembangu­nan sarana sanitasi di 52 titik.

“Rehabilitasi rumah, sanitasi, dan jalan lingkungan telah rampung. Sementara pembangunan saluran drainase sempat mengalami keterlamba­tan, namun seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada 29 Januari 2026,” kata Aliasmi.

Ia juga mengakui ada­nya tantangan selama pro­ses pekerjaan, namun optimistis proyek dapat diselesaikan sepenuhnya.

“Kami bersyukur pekerjaan ini dikunjungi langsung Pak Wali Kota. Walaupun sempat terkendala bencana alam dan persoalan sosial masyarakat, pekerjaan tetap kami tuntaskan,” ujar Aliasmi.

“Saat ini progres sudah mencapai 98 persen. Tinggal dua persen lagi, berupa penutupan U-ditch dan finishing,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. “Insyaallah selesai tahun ini juga, target kami tanggal 29 Januari,” tutup Aliasmi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Per­kim) Kota Padang Raf Indria mengatakan proyek tersebut merupakan usulan Pemko Padang yang disetujui Kementerian PKP dengan total bantuan sekitar Rp9 miliar.

“Selain bantuan dari APBN, Pemko Padang juga memberikan duku­ngan me­lalui APBD untuk pe­nyempurnaan infrastruktur serta tambahan bantuan bedah rumah bagi ma­syarakat,” tutupnya.

Penataan kawasan ini diharapkan mampu me­ngurangi delineasi kawa­san kumuh di Kota Padang sekaligus menciptakan ling­kungan yang lebih sehat, aman, dan layak huni bagi masyarakat Pasie Nan Tigo. (ren)