PADANG, METRO –Anggota DPRD Kota Padang, Ir. Yosrizal Effendi, melaksanakan kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Padang VI yang meliputi Kecamatan Padang Barat, Padang Utara, dan Nanggalo, pada masa sidang II Tahun 2026. Kegiatan reses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.
Reses digelar di sejumlah titik, di antaranya Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumatera Barat bersama kelompok nelayan Kota Padang di Jalan Karet No. 20, bersama warga Kelurahan Padang Pasir, warga Transito Ulak Karang Selatan, warga Berok Nipah di PAUD Mekasari I, serta warga Kelurahan Olo.
Dalam pertemuan bersama kelompok nelayan, sejumlah nelayan mengeluhkan kondisi laut yang hingga kini belum sepenuhnya pulih pasca bencana air bah beberapa waktu lalu. Tumpukan sampah plastik dan sisa material banjir dinilai masih mencemari perairan, sehingga mereka terpaksa menghentikan aktivitas melaut.
“Reses ini merupakan kegiatan rutin setiap awal masa sidang untuk menjemput dan menyerap aspirasi masyarakat. Apa yang disampaikan hari ini akan kami rangkum dan perjuangkan dalam pokok-pokok pikiran DPRD, baik terkait infrastruktur, kewirausahaan, UMKM, maupun kelompok profesi seperti nelayan,” ujar Yosrizal Effendi saat berdialog dengan kelompok nelayan.
Ia menegaskan, kelompok nelayan yang berada di sepanjang pesisir pantai Kota Padang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Karena itu, ia mendorong nelayan dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Padang untuk aktif menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi.
“Manfaatkan momentum reses ini untuk berinteraksi langsung dengan perwakilan masyarakat di DPRD. Kami siap menyerap aspirasi nelayan dan membuka ruang kemitraan dengan HNSI ke depannya,” tegasnya.
Saat bertemu warga RW 01 Kelurahan Ulak Karang Selatan, Yosrizal kembali menegaskan bahwa reses merupakan sarana menampung aspirasi, saran, dan masukan masyarakat demi pembangunan yang lebih baik.
“Silakan sampaikan usulan yang dibutuhkan masyarakat. Insya Allah kami siap menjembatani dan memfasilitasi,” katanya.
Di hadapan warga Berok Nipah, Yosrizal menyampaikan bahwa hasil reses akan memberikan manfaat jangka panjang, khususnya dalam pembangunan infrastruktur dan fasilitas lingkungan. Menurutnya, sektor pendidikan, keagamaan, serta sarana pendukung lingkungan menjadi perhatian utama.
“Reses ini menampung aspirasi di sektor pendidikan, sarana masjid dan musala, serta kebutuhan lingkungan lainnya. Semua akan kita perjuangkan sesuai skala prioritas,” jelasnya.
Sementara itu, di Kelurahan Olo, Yosrizal menyoroti rencana peningkatan status Puskesmas Kelurahan (Puskel) menjadi Puskesmas Pembantu (Pustu). Ia meminta masyarakat dan pihak terkait untuk mengajukan proposal kebutuhan pendukung sebagai dasar penganggaran melalui pokok-pokok pikiran DPRD.
“Kami menunggu proposal apa saja yang dibutuhkan. Nanti akan kita rancang dan alokasikan anggarannya agar program ini bisa berlanjut,” ujarnya.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, S.Sos., M.M, yang turut hadir, menyampaikan komitmennya untuk mendukung aspirasi nelayan melalui kolaborasi dengan DPRD. Menurutnya, nelayan membutuhkan keterpaduan sumber daya manusia, regenerasi, serta peralatan yang lebih modern.
“Kondisi laut Padang saat ini sudah jauh berbeda. Banyak tercemar sampah plastik sehingga suhu laut meningkat dan ikan semakin menjauh ke tengah. Biaya melaut pun semakin besar, sehingga kebersihan laut harus menjadi tanggung jawab bersama,” ungkap Alfiadi.
Ia berharap nelayan juga mampu menyesuaikan pola hidup dan meningkatkan semangat kerja agar target ekonomi tetap tercapai. Alfiadi menegaskan sektor perikanan merupakan program strategis nasional yang membutuhkan perhatian serius.
“Kami berharap anggota DPRD memberikan perhatian khusus kepada nelayan, karena sektor ini sangat strategis jika dikelola dengan baik,” tambahnya.
Salah seorang nelayan, Yanuar (50), berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Padang dapat bersinergi dalam menangani dampak bencana terhadap nelayan.
“Apa yang kami sampaikan hari ini menjadi catatan penting bagi Pak Yosrizal Effendi. Kami berharap ada perhatian khusus bagi keluarga nelayan yang terdampak bencana, sehingga dapat disikapi dengan bijak dan berkeadilan,” tuturnya.(ped)






