METRO SUMBAR

Gubernur Resmikan BLUD 3 UPTD Peternakan Sumbar, Dorong Reformasi Birokrasi Berorientasi Peningkatan Kualitas Layanan Publik

0
×

Gubernur Resmikan BLUD 3 UPTD Peternakan Sumbar, Dorong Reformasi Birokrasi Berorientasi Peningkatan Kualitas Layanan Publik

Sebarkan artikel ini
PERESMIAN— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meresmikan penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada tiga UPTD sektor peternakan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar, Senin (19/1).

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meresmikan penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada tiga Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) sektor peternakan di lingku­ngan Pemerintah Provinsi Sumbar, yakni UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar, UPTD Ternak Unggas, dan UPTD Balai Pembibitan Ternak dan Semen Beku (BPTSB) Tuah Sakato, Senin (19/1).

Peresmian tersebut ber­langsung di UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar dan menjadi bagian dari upaya Pemprov Sumbar dalam mendorong reformasi birokrasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik, khususnya di sektor peternakan dan kesehatan he­wan.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa penerapan BLUD diharapkan mampu mengubah pola kerja birokrasi dari yang bersifat kaku menjadi lebih mela­yani, adaptif, dan inovatif. Menurutnya, fleksibilitas pengelolaan keuangan yang dimiliki BLUD harus diiringi dengan peningkatan kinerja dan kualitas la­yanan secara nyata. “BLUD memberikan ruang bagi unit layanan untuk le­bih mandiri dan profesio­nal. Namun, keleluasaan ini harus dijawab dengan prestasi kerja yang terukur dan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Gubernur juga meminta agar UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar te­rus di­kembangkan sebagai ikon layanan publik yang mo­dern dan berbasis digital. Ia mendo­rong penerapan sistem pendaftaran serta rekam medis berbasis aplikasi guna meningkatkan efi­siensi layanan sekaligus mendukung kemandirian pengelolaan penda­patan.

“Dengan sistem yang lebih modern dan digital, Rumah Sakit Hewan diharapkan mampu memberikan layanan setara standar profesional, sekaligus mengelola pendapatan secara mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk UPTD Ternak Unggas, Mahyeldi menekankan pen­tingnya penguatan hilirisasi. Ia berharap UPTD tersebut tidak hanya berfokus pada produksi bibit, tetapi juga mampu be­rinovasi dalam penyediaan pakan berkualitas de­ngan harga yang kompetitif melalui pola kemitraan dan kerja sama dengan pihak ketiga.

Adapun UPTD BPTSB Tuah Sakato Payakumbuh, Gubernur mendorong pe­ningkatan pemanfaatan teknologi produksi, khu­susnya teknologi sexing pada semen beku, agar peternak dapat menyesuaikan kebutuhan ternaknya secara lebih tepat. Selain itu, fleksibilitas BLUD diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperluas jang­kauan pemasaran hingga ke luar daerah.

Mahyeldi menyampaikan, hingga saat ini jumlah BLUD di Sumbar telah mencapai 55 unit dan memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia berharap keberadaan BLUD, termasuk di sektor peternakan, dapat terus meningkatkan kinerja tanpa membebani masyarakat. “Peningkatan PAD tidak dilakukan dengan menaikkan tarif setinggi-tingginya, tetapi melalui efisiensi operasional, peningkatan volume layanan, dan inovasi unit usaha yang bernilai tambah,” tegasnya.

Gubernur Mahyeldi juga mengajak seluruh jajaran di ketiga UPTD tersebut untuk menjadikan penerapan BLUD sebagai tonggak penguatan sektor peternakan Sumbar yang modern, mandiri, dan berdaya saing.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Sukarli me­nyampaikan UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar telah menjalin kerja sama de­ngan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk peningkatan mutu pelayanan medis, pengembangan sumber daya manusia, serta pe­nerapan teknologi dan keilmuan terkini di bidang kesehatan hewan. Selain peningkatan kualitas la­yanan, Sukarli juga me­nyampaikan optimisme terhadap kontribusi BLUD Rumah Sakit Hewan terhadap PAD. Hingga akhir 2025, PAD yang sebelumnya ditargetkan sebesar Rp1,7 miliar diproyeksikan meningkat menjadi Rp2,4 miliar seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap la­yanan yang diberikan.

Ia menambahkan, keberadaan BLUD Rumah Sakit Hewan Sumbar memiliki nilai strategis dan diharapkan dapat berkem­bang sebagai pusat rujukan layanan kesehatan hewan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (fan)