JAKARTA, METRO–Prestasi membanggakan diraih tim mixed martial arts (MMA) Indonesia dari ajang AMMA Championship 2026 alias Kejuaraan Asia 2026 di Luzhou, Tiongkok. Empat medali berhasil dibawa pulang, salah satunya emas.
Medali emas disumbangkan atlet bernama Delvi Nurfadillah di nomor traditional MMA kelas 49 kg. Sementara tiga perunggu dipersembahkan Vallensia Fahira Hotmauli (Modern MMA 54 kg) Maydelse Sitepu (Modern MMA 60 kg), dan Dwi Aji Retno Mulan (traditional MMA 54 kg).
Istimewanya lagi, Delvi Nurfadillah ternyata bukan hanya meraih medali emas. Atlet tarung campuran putri andalan Merah Putih itu juga mendapat penghargaan sebagai Most Outstanding Athlete Award oleh AMMA (Asian Mixed Martial Arts Association).
Penghargaan itu diperoleh Delvi berkat performanya yang sangat dominan sepanjang AMMA Championship 2026. Dia dinilai punya teknik matang dan konsistensi yang bagus.
“Momen paling menentukan terjadi di final ketika saya terkena takedown. Di situ, saya memutuskan untuk tetap tenang dan percaya pada latihan. Saya langsung mengambil peluang untuk mengunci omoplata,” kata Delvi dalam keterangan resmi PB Pertacami, Selasa (20/1).
“Saat lawan bertahan dan tidak melakukan tap, saya lanjutkan transisi ke bow and arrow choke hingga pertandingan dihentikan. Bagi saya, kunci kemenangan ada pada ketenangan, refleks dari hasil latihan, dan kemampuan mengambil keputusan cepat di momen kritis,” tambahnya.
Keberhasilan Delvi sekaligus melanjutkan tren apik tim MMA Indonesia. Sebelumnya mereka berhasil menyabet satu emas, empat perak, dan satu perunggu di SEA Games 2025.
Medali emas kala itu diraih atlet putri Dwi Ani Retno Wulan. Keberhasilannya merupakan sejarah tersendiri karena dia jadi peraih emas pertama untuk tanah air dari cabang olahraga MMA, yang baru dipertandingkan di SEA Games 2025 Thailand ini.
PB Pertacami selaku induk yang menaungi tim MMA Indonesia enggan cepat puas. Federasi berharap prestasi di Luzhou dapat melipat gandakan ambisi serta motivasi para petarung untuk ajang berikutnya, yakni Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Nagoya, Jepang, pada September-Oktober mendatang.
Ketua Umum PB Pertacami, Tommy Paulus Hermawan, mengatakan target federasi adalah meloloskan banyak atlet ke Asian Game 2026
“Prestasi di Luzhou menunjukkan atlet-atlet Indonesia tidak hanya datang untuk berpartisipasi, tetapi benar-benar bersaing sebagai penantang serius di level Asia,” Tommy.
“Sebanyak empat medali yang diraih, ditambah penghargaan Most Outstanding Athlete untuk Delvi, menjadi sinyal kuat pembinaan yang kami jalankan berada di jalur tepat. Ini juga menjadi momentum untuk menjaga konsistensi performa, meningkatkan kesiapan teknis, dan memperkuat mental bertanding para atlet menjelang rangkaian event besar tersebut,” imbuh dia.
Selain Asian Games 2026, Tim MMA Indonesia punya agenda lain dalam waktu dekat, yakni AMMA Youth Championship yang digelar pada April mendatang. Kemudian pada Juni 2026, mereka akan mencapai puncaknya untuk merebut tiket putaran final Asian Games lewat ajang kualifikasi. (jpg)






