METRO PADANG

Sudah 2 Bulan Warga Dilanda Krisis Air Bersih, Sumur Mengering, BPBD Salurkan 1 Juta Liter Air  di Pauh dan Kuranji

5
×

Sudah 2 Bulan Warga Dilanda Krisis Air Bersih, Sumur Mengering, BPBD Salurkan 1 Juta Liter Air  di Pauh dan Kuranji

Sebarkan artikel ini
PENYALURAN AIR BERSIH— Warga di Kecamatan Kuranji dan Pauh saat ini mengandalkan bantuan air bersih yang disalurkan BPBD melalui truk tangki ke rumah-rumah mereka. Sudah hampir dua bulan sejak banjir bandang pada akhir November lalu, warga kesulitan air bersih, sumur mereka pun telah mengering.

PADANG, METRO– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang terus melakukan upaya penanganan darurat bagi warga terdampak bencana banjir bandang dan jebolnya saluran irigasi di kawasan Gunung Nago. Akibat bencana tersebut, pasokan air bersih ke rumah-rumah warga terganggu sehingga membutuhkan penanganan cepat.

Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, Senin (19/1), sejak awal kejadian banjir bandang hingga memasuki masa pasca bencana, BPBD Kota Padang telah melakukan suplai air bersih secara berkelanjutan. Hingga saat ini, total air bersih yang telah disalurkan kepada masya­rakat terdampak mencapai lebih dari 1 juta liter, yang didistribusikan langsung ke pemukiman warga menggunakan mobil tangki air.

Dalam pelaksanaan suplai air bersih tersebut, BPBD Kota Padang mendapat dukungan penuh dari PDAM Kota Padang dan berbagai pihak. Sejumlah instansi dan lembaga turut saling bahu-membahu membantu masyarakat Kota Padang, di antaranya, Damkar Kota Padang, Satpol PP, Palang Merah Indonesia (PMI), TNI, Polri, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Sosial, perusahaan BUMN dan BUMD, serta pemerintah kota dan kabupaten dan provinsi tetangga, termasuk unsur relawan dan pihak swasta lainnya.

Saat ini pihaknya telah hampir satu minggu penuh memfokuskan kegiatan suplai air bersih di Kecamatan Pauh dan Kecamatan Kuranji. Hal tersebut dilakukan karena sebagian besar masyarakat di wila­yah tersebut tidak menggunakan layanan PDAM dan sangat bergantung pada sumber air mandiri yang terdampak langsung oleh banjir bandang.

“Mulai dari awal kejadian banjir bandang hingga pasca bencana, BPBD Kota Padang telah menyalurkan lebih dari satu juta liter air bersih kepada masyarakat. Hampir satu minggu ini kami fokuskan suplai air bersih di Kecamatan Pauh dan Kuranji, karena rata-rata masyarakat di sana tidak mempergunakan PDAM,” ujar Hendri.

Dijelaskan Hendri, sedikitnya ada dua kecamatan di Kota Padang, dilanda krisis air bersih akibat rusak­nya bendungan Batang Kuranji saat banjir bandang menejang akhir November tahun lalu. Warga kini mengalami krisis air bersih dan harus bergantung pada bantuan suplai yang didistribusikan lewat kendaraan tangki.

“BPBD Kota Padang menegaskan akan terus melakukan distribusi air bersih hingga kondisi sumber air masyarakat kembali normal serta kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya. (*/ren)