PASAMAN, METRO–Sebagai bentuk kepedulian masyarakat Kabupaten Pasaman, terhadap tokoh pejuang asal Pasaman, Tuanku Rao, sejumlah tokoh masyarakat dan perantau berupaya mendorong pengusulan Tuanku Rao sebagai Pahlawan Nasional.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar “Tuanku Rao Menuju Pahlawan Nasional” yang secara resmi dibuka oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery, bertempat di Aula Gedung Pertemuan Serba Guna Rao, Kecamatan Rao, Minggu (18/1).
Seminar ini bertujuan untuk mengkaji dan menguatkan kembali peran serta perjuangan Tuanku Rao dalam melawan penjajahan dan kontribusinya terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, unsur Forkopimda. Kabupaten Pasaman, Asisten I, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga yang diwakili Sekretaris Dinas, Camat, Wali Nagari, Ninik Mamak Bosa 9 dan Bosa 15, Tokoh Masyarakat, serta para undangan lainnya.
Ketua Panitia Zeni Hariyanda, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya seminar tersebut.
“Seminar Tuanku Rao Menuju Pahlawan Nasional ini menjadi momentum kebangkitan perjuangan Tuanku Rao, agar jasa dan pengorbanannya dapat diakui secara nasional,” ungkap Zeni.
Dalam arahannya, Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan pentingnya kelengkapan dokumen dan kajian akademik sebagai syarat utama pengusulan gelar Pahlawan Nasional. “Saya berharap melalui seminar ini, seluruh dokumen pendukung perjuangan Tuanku Rao dapat dilengkapi dan segera diusulkan ke pusat agar proses penetapan sebagai Pahlawan Nasional dapat berjalan dengan baik,” ujar Bupati.
Bupati juga menambahkan bahwa perjuangan dan pengorbanan Tuanku Rao bagi bangsa dan negara sangat layak untuk diperjuangkan bersama agar memperoleh pengakuan yang setimpal dari negara.
Seminar nasional ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan birokrasi, di antaranya Ir. Azhari Rahman, MTS., Amran Dt. Jo Rajo, S.Pd., M.Pd., Harmansyah, Dr. Suryadi (Leiden University, Belanda), Prof. Dr. Gusti Asnan (Universitas Andalas), dan Dr. Abdul Salam (Universitas Negeri Padang). Seminar dimoderatori Dr. Zenis Helen. (ped/rel)






