METRO PESISIR

Bupati Komit Dampingi Penyintas Bencana Banjir dan Longsor

2
×

Bupati Komit Dampingi Penyintas Bencana Banjir dan Longsor

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI HUNTAP—Bupati Padangpariaman John Keedy Aziz memberikan sambutan saat sosialisasi Hunian Tetap (Huntap) Tahan Gempa RISHAM Berbasis Partisipasi Masyarakat.

PDG.PARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman John Keedy Aziz me­nyatakan Pemerintah Ka­bupaten Padangpariaman menegaskan komitmennya untuk tetap mendampingi masyarakat penyintas ben­cana banjir dan longsor.

“Meski kita hadapkan pada keterbatasan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman tidak pernah sedikit pun berpikir meninggalkan masyarakat penyintas ben­cana,” kata John Kenedy Azis menanggapi perta­nyaan warga penyintas asal Tanah Taban, Pasie Laweh, Lubuak Aluang. Bupati menghadiri Sosia­lisasi Hunian Tetap (Huntap) Tahan Gempa RIS­HAM­ Ber­basis Partisipasi Ma­sya­rakat.

Dalam dialog tersebut, warga menanyakan kemungkinan pemerintah daerah membelikan lahan bagi 74 kepala keluarga (KK) yang rumahnya terdam­pak banjir dan kini berada di zona merah. Menjawab hal itu, Bupati menegaskan tidak ingin memberikan janji yang tidak dapat direalisasikan. “Saya tidak mau memberikan janji manis jika itu tidak mampu saya lakukan. Kondisi keuangan daerah saat ini memang belum sanggup untuk me­nyediakan lahan bagi seluruh calon penerima hun­tap,” ujarnya.

Meski demikian, John Kenedy Azis menegaskan bahwa upaya pencarian lahan relokasi terus dilakukan sejak bencana mulai mereda hingga saat ini. Ia menyebutkan, berbagai pihak telah dihubungi, mulai dari tokoh masyarakat, donatur, hingga pemerintah pusat.

Bupati juga menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh tim relawan Institut Teknologi Bandung (ITB), meskipun dalam program tersebut terdapat unsur bisnis. Me­nurutnya, teknologi material bangunan tahan gempa yang ditawarkan telah teruji kekuatan dan kualitasnya serta dapat membantu pemerintah daerah dan masyarakat. “Ini bisa menjadi pintu masuk bagi kita untuk mendapatkan perhatian yang lebih besar dari pemerintah pusat,” katanya.

Pernyataan Bupati ter­sebut dibenarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DLHPKPP) Kabupaten Pa­dangpariaman, Andri Satria Masri. Ia menyebutkan, dirinya menyaksikan langsung upaya Bupati dalam mencari lahan relokasi bagi warga penyintas. “Baru dua hari lalu saya menyusun konsep surat Bupati terkait permintaan hibah lahan dari dua kementerian pemilik aset lahan di kawasan A­sam Pulau dan Talao Mundam,” ujar Andri.

Ia menambahkan, bersama Kepala Dinas PUPR, pihaknya juga telah dua kali berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (B­WS) V Sumatera Barat di Padang serta menjalin komunikasi intensif dengan PT PLN di kawasan Asam Pulau.

Sementara itu, Ketua Relawan ITB’79 sekaligus Ketua Tim Pendampingan Teknis Pembangunan Hun­tap Pascabencana Banjir Sumatera Barat, Ir. Doddy Sudradjat, menjelaskan bahwa kedatangan timnya merupakan bentuk ke­pe­dulian terhadap daerah dan masyarakat terdam­pak bencana. “Saat ini program kami sudah berjalan di Palupuah, Kabupaten Agam. Di Padangpariaman, kami akan melakukan asesmen rencana pembangunan huntap dengan teknologi material ba­ngu­nan tahan gempa yang telah diuji oleh berbagai lembaga, termasuk Kementerian PUPR,” kata Doddy.

Ia menambahkan, timnya berencana mendirikan workshop di salah satu kecamatan yang terdampak paling parah agar proses pembuatan material bangunan dapat dilakukan de­ngan biaya lebih murah dan terjangkau bagi ma­syarakat.

Kegiatan sosialisasi ter­sebut turut dihadiri Kepala Dinas Kominfo, Kalaksa BPBD, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan He­wan, Kepala Bagian TPKS, para camat dari Batang Anai, Lubuak Aluang, dan 2 x 11 Kayu Tanam, serta sejumlah pejabat DLHPKPP dan pihak SMAN 1 Lu­buak Aluang. Peserta ke­giatan terdiri atas wali nagari, wali korong, dan warga penyintas bencana dari tiga kecamatan terdampak. (efa)