PADANG, METRO– Warga Jalan Ikhlas Raya III, Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan paruh baya yang tergeletak di salah satu rumah, Sabtu malam (17/1).
Usut punya usut, mayat yang ditemukan itu berinisial AT. Sedangkan rumah yang menjadi lokasi penemuan mayat merupakan milik korban. Sontak saja, penemuan mayat tersebut mengungdang kerumuman warga yang memadati depan rumah korban.
Tak berselang lama, Polisi dari Polsek Padang Timur dan Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Padang juga dayang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah itu, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk dilakukan pemeriksaan luar.
Kapolsek Padang Timur, AKP Harmon, mengatakan AT merupakan karyawan swasta yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada pukul 21.30 WIB, setelah warga setempat curiga karena tidak melihat aktivitas korban selama dua hari.
“Mulanya warga menaruh curiga dengan kondisi korban yang tidak terlihat keluar rumah sejak dua hari belakangan. Tetangga korban yaitu S (34), L (45), dan TS (39) mendatangi rumah korban tapi tidak ada terlihat aktivitas,” kata AKP Harmon, Minggu (18/1).
AKP Harmon menambahkan, saksi-saksi selanjutnya memanggil nama korban dari luar rumah, tapi tida tidak ada respons. Karena kondisi makin mencurigakan, para saksi meminta bantuan seorang warga laki-laki berinisial HB (40). HB kemudian memanjat dan mengecek melalui ventilasi rumah.
“Dari celah tersebut, HB melihat korban tergeletak di atas kasur dalam keadaan tidak bergerak. Laporan itu segera diteruskan kepada pihak kepolisian. Petugas gabungan dari Polresta Padang dan Polsek Padang Timur tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan pengumpulan keterangan,” ungkap AKP Harmon.
Dijelaskan AKP Harmon, anggota yang terlibat antara lain Pawas Piket Polresta Padang Iptu Didit Gusbandi, Pamapta SPKT I Ipda Wadi, Unit Identifikasi, Piket Satintelkam, serta personel piket fungsi di bawah koordinasi Pawas Aiptu Yusri Yusron.
“Area rumah langsung dipasang garis polisi untuk memastikan kepentingan penyelidikan. Tim kemudian mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mengetahui penyebab kematian korban,” ujar AKP Harmon.
Ditambahkan AKP Harmon, sekitar pukul 23.07 WIB, jenazah AT dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang menggunakan ambulans Masjid Raya Andalas untuk menjalani visum luar.
“Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban dan menerima dengan ikhlas kematian korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban selama ini mengidap penyakit hipertensi,” tutur dia.
Terpisah, tetangga korban, Titin mengatakan, korban memang sudah beberapa hari tidak kelihatan keluar rumah. Padahal, korban biasanya terlihat memberikan makan kucing di teras rumahnya, sarapan di depan rumah ataupun menghidupkan air.
“Jadi, sejak beberapa hari belakangan rumah korban terlihat sepi dan tidak ada aktivitas. Makanya saya bersama tetangga yang lain curiga. Apalagi korban selama ini tinggal sendirian di rumahnya itu,” ungkap Titin.
Menurut Titin, korban selama ini dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tidak banyak menceritakan penyakit yang dideritanya. Namun, korban selama ini kerap mengonsumsi obat untuk hipertensi.
“Korban ditemukan tergeletak di sudut kamar tidurnya. Suami saya yang pertama kali menemukannya. Posisi tubuh korban di atas kasur tapi kedua kakinya terbujur ke bawah. Kami tentunya sangat berduka dengan meninggalnya korban,” tutupnya. (*)






