SAWAHLUNTO, METRO–Setelah berakhirnya libur semester, SMK Negeri 1 Kota Sawahlunto kembali melaksanakan agenda latihan silat tradisi yang menjadi ekstrakurikuler wajib dalam program yang digagas Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa ini dimulai dengan semangat dan antusiasme yang tinggi.
Pada latihan pertama pasca libur, pembina silat tradisi yaitu Syafri Efizon Sidi Madjo Lelo Pandeka Tungga , kembali memberikan pembinaan serta melatih keterampilan silat tradisi kepada para siswa seperti biasa. Melalui ekskul wajib ini, diharapkan siswa tidak hanya menguasai seni bela diri lokal, namun juga dapat mempelajari nilai-nilai budaya dan karakter yang terkandung di dalamnya.
Kepala sekolah SMKN 1 Sawahlunto Andison S.Si., M.Pd, mengaku bahwa ekstrakurikuler Wajib Silek Tradisi bukan hanya sekadar belajar seni bela diri, namun juga sebuah kesempatan emas bagi ananda untuk terhubung dengan akar budaya kita yang luhur. Melalui silek tradisi, kita akan belajar tentang disiplin, rasa hormat, ketekunan, dan tentunya, menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
Bapak mengajak seluruh ananda yang memiliki minat dan semangat untuk melestarikan warisan leluhur ini agar segera bergabung. Jadikanlah kegiatan ini sebagai wadah untuk membentuk karakter yang tangguh dan berbudaya “Mari kita tunjukkan bahwa siswa-siswi SMKN1 Sawahlunto tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga bangga dan terampil dalam Silek Tradisi,” kata Andison./
Dijelakan Andison, bahwa pelaksanaan ekskul silat tradisi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melestarikan warisan budaya Sumatera Barat sekaligus meningkatkan kemampuan diri dan kedisiplinan siswa di lingkungan sekolah. (pin/rel)






