PASBAR, METRO–Sebanyak 892 murid Taman Kanak-kanak Raudhatul Athfal (RA) di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasaman Barat mengikuti kegiatan Gebyar TK RA se-Pasaman Barat yang digelar di Balairung Tuah Basamo. Kegiatan tersebut dihadiri Bunda PAUD Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto.
Mewakili Bupati Pasaman Barat, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Pasbar, Getri Ardenis, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak membeda-bedakan lembaga pendidikan, baik yang berada di bawah naungan Kementerian Agama maupun instansi lainnya. “Tidak ada diskriminasi dalam dunia pendidikan. Seluruh anak Pasaman Barat memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pesan Bupati Pasaman Barat kepada para guru TK RA yang dinilainya memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan generasi masa depan daerah. “Guru TK adalah sosok luar biasa yang dengan kesabaran, ketelatenan, dan dedikasi tinggi telah mendidik anak-anak Pasaman Barat sejak usia dini. Kalah dan menang dalam lomba adalah hal biasa, namun kami berharap dewan juri dapat memberikan penilaian secara adil dan objektif,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat, Rali Tasman, menyampaikan bahwa Gebyar TK RA seharusnya dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama. Namun, pelaksanaannya ditunda akibat musibah banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasaman Barat.
“Meskipun pelaksanaan kegiatan sempat tertunda, hal tersebut tidak mengurangi makna dan semangat Gebyar TK RA se-Pasaman Barat. Alhamdulillah, kegiatan ini diikuti oleh 35 lembaga TK RA dengan total peserta sebanyak 892 murid,” ujarnya.
Bunda PAUD Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para guru TK RA yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan positif bagi anak-anak usia dini. “Anak-anak TK RA adalah generasi emas Pasaman Barat yang kelak akan menjadi penerus dan pemimpin daerah ini. Kami mengapresiasi dedikasi para guru yang hampir setiap tahun menyelenggarakan kegiatan ini,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi contoh bagi jenjang pendidikan yang lebih tinggi, karena kegiatan positif sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang dan kecerdasan anak. “Kegiatan seperti ini dapat mengalihkan anak-anak dari ketergantungan terhadap gawai, melatih kreativitas, serta memotivasi mereka untuk berkembang secara positif. Terima kasih kepada panitia yang telah menyiapkan hadiah dan piala sehingga anak-anak semakin bersemangat,” tutupnya. (end)






