AGAM/BUKITTINGGI

Wako Ramlan Temui Menko AHY, Bukittinggi Terima Dukungan Realisasi Program ICP

7
×

Wako Ramlan Temui Menko AHY, Bukittinggi Terima Dukungan Realisasi Program ICP

Sebarkan artikel ini
REALISASI PROGRAM— Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias temui AHY di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, untuk merealisasikan program pengembangan perkotaan nasional yang terintegrasi (Integrated City Planing/ICP) untuk Kota Bukittinggi.

BUKITTINGGI, METRO–Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilaya­han, Agus Harimurti Yu­dhoyono (AHY), mendo­rong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk segera merealisasikan program pengembangan perkotaan nasional terintegrasi atau Integrated City Planning (ICP) di Kota Bukittinggi.

Dorongan tersebut me­ngemuka dalam pertemuan antara Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dengan AHY yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Kamis (15/1) malam.

“Untuk implementasi Rencana Pengembangan Kawasan tersebut, kami menemui Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Bapak Agus Harimurti Yudhoyono, bersama De­puti Tata Ruang dan Staf Khusus Kemenko IPK,” ujar Ramlan Nurmatias dalam keterangannya yang diterima di Bukittinggi, Jumat (16/1).

Ramlan menjelaskan, Kota Bukittinggi sebelumnya telah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 kota percontohan nasio­nal dalam program Natio­nal Urban Development Pro­ject (NUDP) pada ta­hun 2025. Program ini me­rupakan bagian dari stra­tegi nasional dalam mewujudkan kota yang terintegrasi, sejahtera, dan la­yak huni melalui perencanaan terpadu antara pemerintah pusat dan daerah.

Program ICP sendiri mencakup penyusunan rencana induk pengembangan kota dengan fokus pada pembangunan infrastruktur serta tata ke­lola perkotaan yang berkelanjutan. Menurut Ramlan, status Bukittinggi sebagai kota prioritas menjadi peluang besar untuk mendorong pembangu­nan yang lebih terarah.

“Menjadi salah satu dari 10 kota prioritas ICP tentu membanggakan. Ini kesempatan yang harus kita maksimalkan, karena Bukittinggi merupakan kawasan perkotaan dengan keunggulan sektor pariwisata yang juga mendukung pelestarian warisan budaya,” katanya.

Sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), Kota Bukittinggi memiliki fungsi strategis dalam pela­yanan pariwisata, perkebunan, pertanian, hingga industri, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Ta­hun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.

Dalam rencana pe­ngem­bangannya, se­jum­lah kawasan strategis a­kan ditata untuk mendukung pelayanan publik, di antaranya kawasan Jam Gadang, Pasar Atas dan Pasar Bawah, Jalan Sudirman, Lapangan Wi­rabraja, serta beberapa titik lainnya di Kota Bukittinggi.

Ramlan menyebutkan, pada tahun 2025 tahapan perencanaan berupa Rencana Pengembangan Kawasan Prioritas telah di­rampungkan oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PU. Dari hasil perencanaan tersebut, kawasan Pasar Simpang Aur dan Jalan Sudirman ditetapkan sebagai kawasan percontohan.

Kawasan tersebut a­kan dikembangkan sebagai koridor ekonomi kreatif berbasis warisan budaya yang mendukung aktivitas seni, kuliner, dan ritel dalam ruang publik yang dinamis.

“Ini peluang yang sangat baik untuk semakin mempercantik wajah Kota Bukittinggi. Dengan me­ningkatnya daya tarik ko­ta, diharapkan kunjungan wisata juga bertambah dan berdampak positif pada perekonomian ma­syarakat. Nilai pemba­ngunannya memang besar, namun sesuai rencana akan didukung pembiayaannya oleh Bank Du­nia,” jelas Ramlan.

Ia menambahkan, pem­bangunan terintegrasi ini membutuhkan anggaran yang cukup besar. Namun, karena masuk dalam program nasional, penda­naannya akan ditanggung oleh pemerintah pusat melalui kerja sama dengan Bank Dunia. Dalam pelaksanaan proyek NU­DP ter­sebut, BPIW Kementerian PU bertindak sebagai Executing Agency.

“Untuk tahapan implementasi selanjutnya, sesuai arahan Bapak Menko, akan segera dilakukan rapat koordinasi dengan Kementerian PU agar program ini bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.

Dalam pertemuan ter­sebut, Wali Kota Bukittinggi turut didampingi oleh Kepala Bappelitbangda Bukittinggi Ade Mulyani dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Rahmat AE. (pry)