METRO BISNIS

Peringatan Peristiwa Situjuah ke-77, Evi Yandri: Tumbuhkan Rasa Nasionalisme dengan Mengingat Sejarah

0
×

Peringatan Peristiwa Situjuah ke-77, Evi Yandri: Tumbuhkan Rasa Nasionalisme dengan Mengingat Sejarah

Sebarkan artikel ini
UPACARA—Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman saat menghadiri upacara peringatan peristiwa Situjuah ke-77.

LIMAPULUHKOTA, METRO–Jas merah atau jangan se­kali-sekali meninggalkan sejarah. Akronim yang disampaikan Presiden Sukarno tersebut, mesti terus ditanamkan pada seluruh unsur masyarakat. Dengan mengingat sejarah, nilai dari peristiwa tersebut bisa terus dimaknai dan menjadi pelajaran yang bermanfaat untuk daerah, bangsa dan negara.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman saat me­nghadiri upacara peringatan peristiwa Situjuah ke-77, Kamis (15/1) di Lapangan Khatib Sulaiman Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota.

“Salah satunya peristiwa Situjuah. Ini merupakan momen bersejarah di daerah kita yang mengandung banyak pe­lajaran dan bermanfaat untuk terus kita maknai,” ujarnya.

Peristiwa Sitijuah, kata Evi mengandung banyak pelajaran. Bahwa untuk mencapai sesuatu mesti dilakukan dengan perjuangan. Perjuangan tersebut mesti dilakukan dengan kebersamaan dan persatuan.

“Peristiwa Situjuah juga mengajarkan tentang betapa pengkhianat bisa berdampak amat besar. Dengan begitu demi daerah dan bangsa pen­ting sekali untuk menjaga kebersamaan dalam perjuangan,” katanya.

Baca Juga  Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik, Pertamax Tetap Rp 12.100 per Liter

Evi Yandri mengatakan, pengkhianatan dalam peristiwa Situjuah, telah mengakibatkan tercorengnya semangat perjuangan. Akibatnya sejumlah pejuang wafat dalam peristiwa tersebut. Hal ini menurutnya menjadi momen bersejarah yang mesti selalu diingat untuk menjadi pelajaran.

“Dengan mengingat sejarah berdampak pula pada tumbuhnya rasa nasionalisme serta semangat kebersamaan. Untuk itu secara pribadi maupun kelembagaan DPRD, saya me­ngajak seluruh unsur untuk tetap menghargai semua momen bersejarah yang telah terjadi di provinsi ini maupun nasional,” tegasnya.

Mengingat sejarah tersebut, kata dia, adalah pula me­ngambil pelajaran dan makna dari peristiwa tersebut.  Evi Yandri menjelaskan peristiwa Situjuah merupakan kontribusi sangat besar Sumbar dalam me­nyelamatkan negara republik Indonesia de­ngan berdirinya PDRI.

Baca Juga  Beli Honda Tipe Cub, Menara Agung Berikan Potongan Harga Rp. 330 Ribu

“Peringatan peristiwa Situjuah,  merupakan bagian dari peringatan bela negara. Pada peristiwa Situjuah telah ba­nyak korban nyawa. Ini mesti kita ingat dan hargai.  Kita tidak boleh melupakan peristiwa ini. Kita mesti mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah berkorban demi negara,” ujarnya lagi.

Evi Yandri menghimbau masyarakat  menjadikan pe­risitiwa Situjuah sebagai bentuk penghormatan sekaligus ins­pirasi dari rangkaian terjadi­nya peristiwa terbentuknya Peme­rintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dimulai pada 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949, tepat ditengah masa Agresi Militer Belanda Ke-II saat itu.

“Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, pernah di­bentuk PDRI, termasuk di da­lamnya Peristiwa Situjuah pada 15 Januari 1949. Oleh karena itu banyak pelajaran yang musti kita gali, diantaranya adalah semangat persatuan dan kesatuan,” pungkasnya. (rgr)