METRO SUMBAR

Terdampak Bencana di Sumbar, Pemerintah Mulai Melakukan Rehabilitasi Lahan Pertanian

0
×

Terdampak Bencana di Sumbar, Pemerintah Mulai Melakukan Rehabilitasi Lahan Pertanian

Sebarkan artikel ini
BERIKAN KETERANGAN— Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian memberikan keteragan pada wartawan terkait kondisi penanganan sektor pertanian pascabencana di Sumbar.

SOLOK, METRO–Kementerian Pertanian resmi memulai kegiatan rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Suma­tera Barat (Sumbar). Khu­sus di Sumbar, kegiatan perdana rehabilitasi lahan dilaksanakan di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Kamis (15/1).

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Hero­dian mengatakan rehabilitasi lahan terdampak bencana ini bertujuan untuk menjaga sumber penda­patan petani dan sekaligus menjaga produktivitas pa­ngan nasional.

“Kegiatan ini, kita laksanakan secara serentak di 3 wilayah terdampak bencana dan dilaunching langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bapak Andi Amran Sulaiman untuk menjaga produktivitas pa­ngan nasional dan ekonomi petani ,” ungkap Sam He­ro­dian.

Lebih lanjut, ia menjelaskan prioritas awal Kementerian Pertanian adalah menangani lahan sa­wah dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang. Sementara untuk kategori rusak berat, akan ditangani selanjutnya secara bertahap.

Baca Juga  Hendak Diamankan Polisi, RM (24) Buang Barang Bukti Narkoba Jenis Sabu

Ia menuturkan, langkah rehabilitasi mencakup pembentukan kembali struk­tur lahan, hingga pendampingan penanaman dan bantuan alat mesin pertanian agar sawah segera kembali produktif dan bisa ditanami petani. “Bentuk intervensi yang kita berikan adalah kita akan membentuk kembali lahannya, pendampingan penanaman, itu kita tangani, termasuk bantuan peralatan mesin pertanian,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pro­vinsi Sumbar, Arry Yus­wandi menyampaikan terimakasih kepada gerak cepat Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dalam melakukan pemulihan terhadap lahan masyarakat yang terdampak bencana di Sumbar.

Ia menegaskan, kegiatan rehabilitasi lahan ini tidak hanya di Kabupaten Solok, tapi juga akan dilaksanakan di kabupaten/kota lainnya yang terdampak bencana di Sumbar. Skema penanganannya pun di mulai dari yang rusak ri­ngan setelah itu baru ke yang rusak sedang dan berat. “Tahap awal ini, kita mulai penanganan untuk lahan yang rusak ringan dulu setelah itu baru yang rusak sedang. Tidak hanya di Solok tapi juga di kabupaten/kota lain yang terdampak, semua dapat giliran,”tegas Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi.

Baca Juga  Pembayaran Pajak Kendaraan Dinas Rendah, PAD Pasaman Turun

Ia berharap dengan adanya program rehabilitasi ini, para Petani di Sumbar dapat kembali bersemangat. Dengan tujuan, agar Sumbar bisa segera bangkit dan pulih, baik secara mental maupun eko­nomi.

Arry mengungkap berdasarkan catatan Pemprov Sumbar, luas lahan yang terdampak bencana di Sumbar mencapai 6.451 hektar. Dengan rincian, seluas 2.802 hektar rusak ri­ngan, 822 hektar rusak sedang dan 2.827 hektar rusak berat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Solok, H. Chandra; Wakil Walikota Solok, Suryadi Nurdal; Forkopimda Kabupaten dan Kota Solok; Kepala Dinas Pertanian Pro­vinsi Sumbar, Afniwirman; Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Sumbar, Sukarli; serta Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mar­dianto. (fan)