METRO PADANG

Dukung Satu Data Indonesia, Unand-Bappenas Perkuat Kolaborasi Pendataan untuk Rehabilitasi Rekonstruksi Pascabencana

0
×

Dukung Satu Data Indonesia, Unand-Bappenas Perkuat Kolaborasi Pendataan untuk Rehabilitasi Rekonstruksi Pascabencana

Sebarkan artikel ini
PENANDATANGAN PKS— Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati, dan Wakil Rektor IV Unand Prof. Henmaidi, melakukan penandatangan PKS dalam rangka kolaborasi pendataan untuk mendukung kebijakan Satu Data Indonesia serta penyusunan Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Rabu (14/1), di Ruang Rapat Pimpinan Gedung Rektorat Kampus Limau Manis.

PADANG, METROUniversitas Andalas (Unand) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Perencanaan Pembangu­nan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dalam rang­ka kolaborasi pendataan untuk mendukung kebijakan Satu Data Indonesia serta penyusunan Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Rabu (14/1), di Ruang Rapat Pim­pinan Gedung Rektorat Kampus Limau Manis.

Penandatanganan PKS dilakukan Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati, dan Wakil Rektor IV Universitas Andalas Bidang Perencanaan, Riset, Inovasi, dan Kerja Sama, Prof. Henmaidi. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang telah disepakati ke­dua belah pihak pada De­sember 2025.

Prof. Henmaidi me­nyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memper­kuat peran perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan pembangunan nasional berbasis data.

Baca Juga  Pedagang Memilih Tetap Bertahan, Pemko Gagal Tertibkan Pasar Raya

“Unand berkomitmen untuk menghadirkan kontribusi akademik yang nyata melalui penguatan pendataan hingga ke tingkat desa. Kolaborasi ini tidak hanya mendukung Satu Data Indonesia, tetapi juga memperkuat perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang lebih terarah, akurat, dan berbasis bukti,” ujar Prof. Henmaidi.

Ia menambahkan, ke­terlibatan mahasiswa da­lam proses pendataan juga menjadi bagian dari penguatan peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat sekaligus peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati, menekankan pentingnya penguatan kebijakan Satu Data Indonesia dalam mendukung pem­bangunan nasional yang adaptif dan berkelanjutan.

Baca Juga  Fauzan Adzyma Terpilih sebagai Ketum HMI Kota Padang

“Penguatan kebijakan Satu Data Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai pendukung data induk rehabilitasi dan rekonstruksi, tetapi juga menjadi dasar penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan pembangunan ke depan,” jelas Vivi Yulaswati.

Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Unand menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan data yang berkualitas, terstandar, dan dapat dimanfaatkan lintas sektor.

Melalui PKS ini, Unand dan Bappenas akan melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain pendataan di wilayah yang disepakati, pengembangan metodologi dan instrumen survei sesuai standar Satu Data Indonesia, pemanfaatan aplikasi digital pengumpulan data, serta penyusunan kajian dan rekomendasi kebijakan pembangunan kewilayahan berbasis data dan bukti. (ren/rel)