OLAHRAGA

Reses Masa Sidang II Tahun 2026 Anggota DPRD Irwandi, Nelayan Padang Sarai Keluhkan Masalah BMM

0
×

Reses Masa Sidang II Tahun 2026 Anggota DPRD Irwandi, Nelayan Padang Sarai Keluhkan Masalah BMM

Sebarkan artikel ini
ANTUSIAS— Masyarakat Padang Sarai, Koto Tangah antusias menyambut kegiatan reses anggota DPRD Kota Padang Irwandi.

PADANG, METRO–Anggota DPRD Kota Padang, Irwandi,S.Pi,MM daerah Pemilihan Padang I Kecamatan Koto Tangah mengadakan reses masa sidang II tahun 2026 dari tanggal (4-9/1) di Kampus UNU, Masjid Tarbiyatul Ulum, Masjid Al Furqon, Gedung PPI Padang Sarai dan Balai Warga Pasir Putih Tabing.

Ketua PCNU Kota Padang Syafrial Nadir me­ngatakan,  dalam rangka reses anggota  DPRD Kota Padang Irwandi pertama, mengucapkan terima kasih dan rasa bangga sekali bisa hadir pada masa reses.

“Alhamdulillah,  Irwandi yang duduk di DPRD Kota Padang bisa berse­nergi dengan PCNU Kota Padang sehingga PKB  a­dalah satu kesatuan karena menyadari bahwa PKB itu dilahirkan oleh Nahdlatul Ulama,” ungkap Syafrial Nadir.

Dikatakan Syafrial Nadir, kita salurkan aspirasi kita, keinginan kita kepada anggota dewan, oleh karena itu mari kita bangkit.

Kita berharap kepada anggota dewan bahwasa­nya sekarang PKB mempunyai 4 kursi untuk DPRD Kota Padang. Mudah -mu­dah nantinya bisa bertambah kursinya. Untuk itu mari kita besarkan NU de­ngan menjalin kerjasama dengan PKB. “Dana aspirasinya salurkan ke NU dan kita buatkan kegiatan -kegiatan NU dan dibantu oleh fraksi PKB DPRD Kota Padang,” terangnya.

Baca Juga  Turnamen Bulutangkis Pemuda Sanjai Cup I Dibuka

Sementara itu Rektor UNU Sumbar Prof. Dr. Yunia Wardi, Drs., M.Si.. me­nyatakan terima kasih kepada anggota DPRD Kota Padang Irwandi yang telah melaksanakan reses di UNU dan memberi duku­ngannya kepada UNU.

Ketua Nelayan Padang Sarai, Iral  mengatakan bahwa  kami sangat mendukung sekali kegiatan reses bapak Irwandi dan bersilaurahmi  dengan keluarga besar nelayan Padang Sarai.

Saat ini Nelayan Pa­dang Sarai ada perma­salahan mencari bahan bakar minyak solar. Untuk pembelian di SPBU tidak ada izin kalau tidak ada barcode.

Untuk alat tangkap kami masih mengunakan  Jaring Pukat Osoh, jariang Pukat Osoh dikatakan tidak terlarang tetapi pemerintah menyatakan terlarang, kami nelayan disini 700 dari bibir laut tidak sampai ke Pulau. “Kalau yang merusak karang itu ada yang ampar besi dan ampar kayu,  sementara itu kami memakai ampar kayu dan tidak merusak karang. Kami jauh dari  lokasi ka­rang dan perahu kami tidak layak ke tanggah laut,” jelasnya.

Anggota DPRD Kota Padang Irwandi,S.Pi,MM, mengatakan untuk PCNU Kota Padang kita memberikan pokok -Pokok pikiran sebnayak 100 juta rupiah dan untuk UNU Sumatera Barat sebanyak Rp.100 juta. Selain itu kami ingin ada sinergi antara NU,UNU Sumbar dan PKB dengan adanya kita 4 kursi di DPRD Kota Padang mari kita senergi, kegiatan kedepannya kita saling melibatkan, untuk pendidikan kita dorong mendirikan sekolah se­kolah NU. “Kita harus ada kolaborasi untuk.segera mendirikan SD, SMP,” jelasnya.

Baca Juga  Karateka Lemkari Sumbar Berjaya di Liga Lemkari I -2022, Dulang 8 Emas, Raih Juara Umum II

Sementara apa yang dialami nelayan Padang Sarai itu, Irwandi,S.Pi,MM   untuk fasilitas sarana su­dah di bantu oleh pemerintah Pusat dan tugas kami di sini membantu pelatihan, membantu UMKM bantuan  modal usaha pe­dagang ikan.

“Sementara itu untuk nelayan kita bantu alat tangkap yang sesuai aturan dan mencarikan solu­sinya dan mencari jalan keluarnya bagi nelayan dan kita diskusi dengan nela­yan, Dinas  serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Ba­rat,” jelasnya. “Dan selanjut kita juga sebagai Ketua HNSI Sumbar kita juga mendengar keluhan BBM bagi nelayan jadi mungkin kita akan diskusi dengan dinas  bagaimana solusi BBM dan surat surat kalau dapat nelayan kita ini di­permudah surat surat mereka,” janji Irwandi,S. (ped)