BERITA UTAMA

Kebakaran Maut di Camp Karyawan PT Incasi Raya Silaut, Balita Tewas Terpanggang saat Ditinggal Ortu Kerja, 27 Rumah Rata dengan Tanah, Kerugian Rp 2 Miliar

0
×

Kebakaran Maut di Camp Karyawan PT Incasi Raya Silaut, Balita Tewas Terpanggang saat Ditinggal Ortu Kerja, 27 Rumah Rata dengan Tanah, Kerugian Rp 2 Miliar

Sebarkan artikel ini
KEBAKARAN— Kondisi rumah karyawan di Camp J SJAL PT Incasi Raya Silaut, Kabupaten Pessel, yang mengalami kebakaran dan menewaskan satu balita.

PESSEL, METRO–Kebakaran maut yang menimbulkan korban jiwa terjadi di permukiman karyawan PT Incasi Raya Silaut, tepatnya Camp J SJAL, Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin sore (12/1). Dalam insiden ini, anak perempuan berusia 3 tahun tewas terpanggang.

Korban diketahui bernama Divya Ndruru (3) asal Nias, Provinsi Sumatra Utara (Sumut). Saat kebakaran terjadi, korban ditinggal di dalam rumah oleh orang tuanya dalam kondisi tertidur. Sedangkan orang tuanya pergi bekerja di perkebunan sawit milik PT Incasi Raya.

Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran juga menghanguskan lima kapel dengan total 27 pintu rumah karyawan. Rumah-rumah yang sebelumnya berdiri kokoh, kini sudah rata dengan tanah. Kerugian yang ditimbulkan pun mencapai Rp 2 miliar rupiah.

Informasi yang dihimpun, api pertama kali diketahui sudah membesar dari Kapel I pintu I, rumah milik Samawanolo, kemudian dengan cepat merembet ke rumah-rumah lain di sekitarnya. Kondisi bangunan camp yang saling berdekatan membuat api sulit dikendalikan.

Sebagian besar penghuni camp tidak sempat menyelamatkan barang-barang maupun perabotannya lantaran api dengan cepat menyebar dari satu rumah ke rumah lainnya. Namun nahasnya, korban Divya Ndruru yang tertidur di dalam rumah harus meregang nyawa.

Korban diketahui sedang tidur di dalam rumah saat kebakaran terjadi. Pihak keluarga menolak dilakukan visum dan korban telah dimakamkan di TPU Incasi Silaut. Korban merupakan anak dari pasangan Elta Otofianus Ndruru dan Sonia Laia.

Baca Juga  Hati-hati Pacaran di GOR, Rawan Pemerasan

Puluhan kepala keluarga yang menghuni lima kapel terdampak terpaksa kehilangan tempat tinggal. Para penghuni merupakan karyawan dan mandor PT Incasi Raya Silaut dari berbagai afdeling, dengan latar belakang suku dan da­erah yang beragam.

Hingga saat ini, penye­bab pasti kebakaran masih belum diketahui. Aparat terkait menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap sumber api dan memastikan tidak ada unsur kelalaian maupun faktor lain yang memicu kejadian tersebut.

Kapolsek Lunang Silaut, AKP Tri Sukra Martin, membenarkan adanya kebakaran yang menewaskan satu balit. Menurutnya,  hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan tim dari Polres Pessel su­dah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

“Penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Kami akan me­lakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui sumber api dan memastikan tidak ada unsur kelalaian atau faktor lain yang menyebabkan terjadinya kebakaran,” kata AKP Mar­tin, Selasa (13/1).

Dijelaskan AKP Martin, bangunan rumah ka­ryawan PT Incasi Raya Silaut di Camp J ini merupakan bangunan semi permanen dan rumah saling berdekatan. Kondisi itu membuat api cepat menyebar dan membesar.

Baca Juga  Peduli Jaminan Sosial, Bank Nagari Raih Paritrana Award

“Selain itu, sulitnya pe­nanganan kebakaran ini karena akses ke lokasi ini sangat sulit dijangkau dan jauh dari perkampungan. Jarak dari Polsek ke lokasi saja hampir satu jam. Jalannya juga tanah dan berbatu,” ujar AKP Martin.

AKP Martin menuturkan, sebanyak 27 kepala keluarga terdampak kebakaran besar ini. Sementara itu, berdasarkan hasil perhitungan, kerugian materil akibat kebakaran men­capai sekitar Rp2 miliar. Sedangkan karyawan yang terdampak diungsikan ke tempat lain.

“Terkait korban meninggal, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi. Keluarga mengaku ikhlas menerima kematian korban karena kebakaran. Meski begitu, kita tetap memasang police line di lokasi untuk kepentingan penyelidikan,” tutur AKP Martin.

Dengan adanya kejadian ini, AKP Martin mengimbau masyarakat, khususnya penghuni kawasan camp­ dan pemukiman padat, agar lebih meningkatkan kewaspadaan terha­dap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik dan penggunaan api di lingkungan sekitar.

“Kami minta ma­sya­rakat waspada terhadap hal-hal yang bisa memicu kebakaran. Jika terjadi kebakaran, segera laporkan untuk mempercepat penanganan,” tutup dia. (*)