SOLOK/SOLSEL

Pemkab Matangkan Rehabilitasi Lahan Sawah Pascabencana

0
×

Pemkab Matangkan Rehabilitasi Lahan Sawah Pascabencana

Sebarkan artikel ini
PERSIAPAN—Wakil Bupati Solok, Candra melakukan pembahasan persiapan pelaksanaan program rehabilitasi lahan sawah rusak pascabencana.

SOLOK, METRO–Pemerintah Kabupaten Solok terus mematangkan persiapan pelaksanaan program rehabilitasi lahan sawah rusak pascabencana.  Program rehabilitasi ini merupakan program Kementerian Pertanian Republik Indonesia.  Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Wakil Bupati Solok H. Candra bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Deslirizaldi serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Solok Eko Gunanto.

Wakil Bupati Solok H. Candra menegaskan pen­tingnya validitas data pe­nerima bantuan. Ia mena­nyakan kesiapan data kerusakan sawah yang akan menjadi dasar penyaluran bantuan Kementerian Pertanian.

“Acara ini merupakan program rehabilitasi sa­wah rusak, baik ringan, sedang, maupun berat. Saya ingin memastikan apakah seluruh data yang kita mi­liki sudah benar-benar va­lid, karena nantinya Bapak Gubernur akan menyerahkan bantuan secara sim­bolis kepada seluruh dae­rah terdampak,” tegas Can­dra.

Baca Juga  Bupati Solsel Tegaskan Transparansi Pemilihan Pejabat di Solsel

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi me­nyampaikan bahwa, ke­giatan rehabilitasi sawah rusak ini akan melibatkan berbagai daerah kabupa­ten/kota yang terdampak bencana.

Ia menjelaskan bahwa rehabilitasi sawah rusak akan dilaksanakan berdasarkan tingkat kerusakan, yaitu ringan, sedang, dan berat. Untuk kerusakan ringan dan sedang, rehabilitasi dilakukan melalui kegiatan pembersihan se­dimen, penyemaian, serta penanaman benih. Sementara untuk kerusakan berat, penanganannya akan me­libatkan penggunaan alat berat dan pihak ketiga.

Dia memastikan bahwa seluruh data telah diverifikasi dan dinyatakan va­lid. Ia menjelaskan bahwa untuk kerusakan ringan dan sedang yang masuk kategori optimalisasi lahan (oplah), petani akan membersihkan sedimen dan material pasir, kemudian langsung dilakukan pe­naburan benih.

Baca Juga  Rangkul Pemuda, Polres Solsel Gelar Berbagai Kegiatan

Berdasarkan data Sakato Plan Provinsi Sumatera Barat, luas sawah terdampak mencapai 1.072 hektar, irigasi sebanyak 8 titik de­ngan panjang 1.364 meter, hortikultura 90,9 hektar, asuransi pertanian 3 lokasi, perkebunan 10,3 hektar, ternak 110 ekor, serta la­dang 1 hektar. Total anggaran penanganan yang masuk dalam Sakato Plan ter­sebut mencapai Rp. 90 mi­liar lebih. Pemerintah Kabupaten Solok berharap me­lalui program ini, lahan pertanian yang rusak dapat segera pulih sehingga aktivitas pertanian ma­sya­rakat kembali normal dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga. (vko)