METRO SUMBAR

Dukung Pembangunan Pasar Blok Barat, Wulan Denura: Jangan Lupakan Akar Sejarah Nagari

0
×

Dukung Pembangunan Pasar Blok Barat, Wulan Denura: Jangan Lupakan Akar Sejarah Nagari

Sebarkan artikel ini
Wulan Denura. S. ST (Bundo Kanduang Luak Limopuluah)

PAYAKUMBUH, METRO–Langkah besar menuju transformasi ekonomi pascatragedi kebakaran hebat Agustus lalu resmi dipacu. Pembangunan kembali Pasar Blok Barat Kota Pa­yakumbuh kini memasuki fase eksekusi fisik, sebuah momentum yang tidak hanya dinanti oleh ratusan pedagang, namun juga di­kawal ketat oleh tokoh perempuan  Luak Limopuluah, Wulan Denura. S.ST.

Sebagai sosok Bundo Kanduang sekaligus cucu dari salah satu tokoh pe­laku pendiri kota Payakumbuh, Wulan Denura menegaskan bahwa proyek pembangunan ini memiliki nilai strategis yang jauh me­lampaui urusan semen dan beton. Baginya, inilah saatnya Payakumbuh bangkit melalui pembangunan yang modern tanpa men­cerabut akar sejarah.

“Alhamdulillah, sinyal positif ini membuktikan bahwa roda ekonomi Payakumbuh segera kembali menggeliat. Sebagai Bundo Kanduang, saya menegaskan bahwa percepatan pem­bangunan fisik adalah kebutuhan mendesak. Ini adalah ladang penghidupan banyak anak kemenakan kita yang harus segera dipulihkan,”ujar Wulan Denura dengan nada optimis di kediamannya.

Baca Juga  Wako Pariaman Serahkan Bantuan Korban Kebakaran

Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kota Payakumbuh ini, menekankan bahwa pembangunan pasar harus menjadi prioritas utama demi kemandirian ekonomi keluarga, terutama bagi kaum perempuan yang menjadi tulang punggung di sektor perdagangan.

Cucu Alm Sahar Ismael Dt. Kakamo ini, mendo­rong pemerintah untuk te­rus mengedepankan transparansi dan komunikasi intensif dengan melibatkan seluruh unsur Tungku Tigo Sajarangan dan jangan lupakan akar sejarah nagari.

“Kita mendukung pe­nuh percepatan pemba­ngunan ini. Namun, kekuatannya terletak pada fondasi dukungan tokoh ma­syarakat. Jika komunikasi antara pemerintah dan nagari berjalan selaras, maka pembangunan ini akan menjadi berkah jangka panjang. Inilah role model pembangunan, memajukan kota tanpa melupakan marwah adat,” tambahnya.

Baca Juga  Tour de Singkarak, Tujuh Ambulans, 1 Posko Kesehatan  Disiagakan

Sejalan dengan visi stra­tegis tersebut, Walikota Payakumbuh, Zulmaeta, memastikan bahwa mekanisme Sertifikat Hak Pakai merupakan instrumen administratif wajib untuk menjemput anggaran dari APBN. Langkah ini menjadi “jalan tol” bagi pemba­ngunan pasar yang megah dan representatif di tahun 2026.

Dengan dukungan penuh Bundo Kanduang dan restu pemangku adat, pembangunan Pasar Blok Barat kini menjadi simbol baru kebangkitan Payakumbuh. Sebuah proyek mercusuar yang memadukan wajah ekonomi masa depan dengan penghormatan tinggi terhadap tradisi Luak Limopuluah.

Zulmaeta menjamin bahwa status administratif tersebut tidak akan me­ngusik nilai historis tanah ulayat nagari. (uus)