JAKARTA, METRO–Muaythai Indonesia menatap 2026 dengan penuh optimisme dan langkah besar. Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) siap menjadikan tahun depan sebagai momentum lompatan prestasi melalui gelaran event nasional dan internasional di Tanah Air.
Komitmen itu disampaikan langsung Ketua Umum PBMI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti saat bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir.
Pertemuan tersebut membahas agenda kerja serta program strategis Muaythai Indonesia sepanjang 2026.
Pertemuan berlangsung Senin sore kemarin di kantor Kemenpora. Jajaran PBMI hadir lengkap, termasuk Ketua Harian RM. Evi Siliadi, Sekjen Azwan Karim, serta sejumlah pengurus lainnya.
Dari pihak Kemenpora, pertemuan dihadiri Sekretaris Menteri Gunawan Suswantoro dan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Surono.
Dialog berlangsung intens membahas arah pembinaan prestasi Muaythai Indonesia menuju event multinasional.
La Nyalla menyampaikan PBMI telah menyiapkan sejumlah program yang selaras dengan roadmap menuju SEA Games Malaysia 2027. Menurutnya, persiapan tidak bisa ditunda karena kompetisi antarnegara dipastikan semakin ketat.
“Kami laporkan kepada Pak Menteri beberapa program dan rencana kegiatan organisasi PBMI di tahun 2026. Terutama program-program yang sejalan dengan road to SEA Games Malaysia 2027,” ungkap La Nyalla, Senin (12/1/2026).
Ia menegaskan seluruh agenda dirancang sebagai fondasi jangka panjang prestasi atlet nasional. Sejumlah program pembinaan dan kompetisi akan dijalankan secara berkelanjutan mulai tahun depan.
Salah satu fokus utama PBMI pada 2026 ialah memperbanyak event berkualitas di dalam negeri. Event tersebut diharapkan mampu meningkatkan jam terbang sekaligus peringkat atlet Indonesia di level internasional.
PBMI merencanakan Indonesia Muaythai Championship Series sebagai ajang kompetisi nasional berjenjang. Selain itu, akan digelar Nyala Combat yang dikemas dengan pendekatan sportainment.
Tak hanya skala nasional, PBMI juga siap menjadi tuan rumah event internasional prestisius. IFMA Asian Championship masuk dalam agenda besar yang akan digelar di Indonesia.
PBMI juga menyiapkan IFMA Judge-Jury Workshop Series dan Coaching Workshop Series. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas wasit, juri, serta pelatih nasional agar setara standar internasional.
Selain itu, Kejuaraan Nasional Muaythai dan PON Bela Diri turut menjadi agenda utama. Semua event dirancang terintegrasi dengan sistem pembinaan atlet menuju level elite.
“Tahun 2026 ini kami menyiapkan lebih banyak ajang untuk atlet-atlet kita berlaga, sehingga nilai dan peringkat mereka di IFMA juga meningkat,” papar La Nyalla.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian event tersebut merupakan bagian dari roadmap menuju SEA Games. PBMI ingin memastikan atlet Indonesia siap bersaing sejak fase awal seleksi.
“Sekaligus sebagai bagian dari roadmap to SEA Games. Selain itu kami akan masuk ke commercial industrinya,” lanjutnya.
PBMI juga mulai melirik pengembangan industri olahraga Muaythai. Pendekatan akan dilakukan ke berbagai stakeholder dan sponsor strategis.
Termasuk di dalamnya kerja sama hak siar dengan televisi nasional. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan popularitas Muaythai sekaligus nilai ekonominya.
Menpora Erick Thohir menyambut positif seluruh program yang dipaparkan PBMI. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan roadmap SEA Games yang disusun bersama KONI dan KOI.
Menurut Menpora, tantangan Indonesia di SEA Games Malaysia 2027 akan lebih berat. Malaysia sebagai tuan rumah diprediksi tampil dominan dan membidik juara umum.
Persaingan ketat juga dipastikan datang dari Thailand dan Vietnam. Kedua negara tersebut selama ini dikenal kuat di cabang Muaythai.
“Karena itu saya sudah sampaikan ke Pak Deputi, bahwa persiapan kita harus mulai sekarang ini,” ujar Erick Thohir.
Ia memastikan Kemenpora akan mempercepat koordinasi dengan seluruh cabang olahraga. Dalam waktu dekat, Menpora berencana bertemu para ketua umum federasi.
Begitu pula dengan Muaythai yang dinilai memiliki potensi besar mendulang medali. Erick berharap prestasi Indonesia bisa meningkat signifikan di Malaysia nanti.
“Saya berharap perolehan Perak di Thailand bisa ditingkatkan Emas di Malaysia,” tandasnya.
Secara prinsip, Kemenpora menyatakan dukungan penuh terhadap program PBMI. Dukungan diberikan selama program tersebut selaras dengan peta jalan prestasi nasional.
Menpora juga meminta PBMI segera berkoordinasi dengan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga. Sinkronisasi program dinilai penting agar pembinaan berjalan efektif.
Dengan dukungan pemerintah dan perencanaan matang, Muaythai Indonesia siap memasuki fase baru. Tahun 2026 diharapkan menjadi pijakan kuat menuju prestasi puncak di level Asia Tenggara. (jpg)





