PADANG, METRO— Ribuan mahasiswa menghadiri event bertajuk “Teknologi dan Kecerdasan Buatan” atau Artificial Intelligence (AI) di Kampus Politeknik Negeri Padang (PNP), Selasa (13/1).
Kegiatan hasil kolaborasi NVIDIA, J Bros dan PNP tersebut digelar dua hari, 12–13 Januari 2026. Berbagai perkembangan tekhnologi AI ditampilkan di setiap sudut aula tersebut. Mahasiswa terlihat antusias melihat dan merasakan langsung pengalaman menggunakan teknologi AI.
Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, mengatakan kolaborasi ini bertujuan mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM), di bidang teknologi digital dan AI.
“Terima kasih sudah hadir. Tadi rangkumannya sudah sangat baik. Fokus utama kami mengembangkan SDM,” ujar Adrian saat press briefing NVIDIA GeForce RTX50 and Holiday Campaign di Kampus PNP.
Adrian mengatakan, NVIDIA salah satu perusahaan teknologi bidang perangkat keras dari Amerika Serikat yang dikenal global melalui pengembangan Graphics Processing Units (GPU) GeForce untuk gaming dan kebutuhan profesional.
Dalam kolaborasi ini, NVIDIA membawa perspektif industri ke dunia pendidikan. Khususnya terkait pemanfaatan teknologi AI. Ia menilai AI kunci utama pengembangan masa depan. Sehingga generasi muda perlu memahami AI secara tepat dan bertanggung jawab.
Selama ini, GPU dikenal luas untuk kebutuhan gaming. Namun, sejak sekitar 2018 hingga 2022, terjadi perubahan besar seiring pesatnya perkembangan teknologi AI. Termasuk kemunculan ChatGPT dan Gemini yang mendorong pemanfaatan AI secara lebih luas.
“ChatGPT sebenarnya bukan teknologi yang muncul tiba-tiba. Pengembangannya sudah dimulai sejak lama. Dalam proses itu, GPU NVIDIA terbukti sangat efektif untuk deep learning, yang menjadi dasar dari AI,” jelasnya.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, NVIDIA mengembangkan teknologi Computer Unified Device Architecture (CUDA), perangkat lunak yang dirancang untuk pengembangan AI. Beberapa tahun terakhir, NVIDIA menghadirkan berbagai solusi AI yang digunakan untuk beragam kebutuhan, mulai dari gaming, konten kreator, broadcasting, produktivitas, hingga otomatisasi berbasis AI.
Adrian menambahkan, AI terbagi menjadi dua jenis, yakni AI berbasis cloud dan AI yang berjalan secara lokal di perangkat. AI berbasis cloud bekerja melalui server di pusat data, sehingga seluruh proses dilakukan secara daring. Namun, model ini memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait privasi data.
“Semua data yang dikirim ke AI berbasis cloud tersimpan dan digunakan untuk pelatihan. Kita harus berhati-hati, khususnya untuk data pribadi dan data perusahaan. Indonesia punya aturan terkait kedaulatan data. Data harus kita miliki sendiri,” katanya.
Sebagai alternatif, NVIDIA juga mengembangkan AI secara lokal menggunakan GPU di laptop atau PC. Model ini tidak membutuhkan koneksi internet dan memungkinkan data tetap tersimpan di perangkat pengguna. AI lokal dinilai cukup efektif menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kerja sama dengan PNP, NVIDIA mendorong mahasiswa memiliki pola pikir yang tepat dalam memanfaatkan AI. Di mana, AI tidak digunakan sekadar sebagai jalan pintas, tetapi sebagai alat untuk memecahkan masalah dan menciptakan solusi.
Dalam rangkaian kegiatan ini, NVIDIA juga menggelar GeForce Press Briefing yang dilaksanakan bersamaan dengan student workshop.
Kegiatan tersebut mengusung pendekatan praktis dan aplikatif untuk menunjukkan teknologi AI dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran, riset, dan inovasi di perguruan tinggi, sekaligus mendorong lahirnya karya kreatif dan solusi terapan yang sesuai kebutuhan industri.
Kegiatan juga diisi dengan diskusi terkait peran kampus menjawab kebutuhan talenta digital nasional di era AI, serta ekosistem NVIDIA. Termasuk GeForce RTX 50 Series, pendukung bagi lahirnya generasi kreator, peneliti, dan inovator AI masa depan.
Direktur PNP, Revalin Herdianto, menyambut positif kehadiran NVIDIA dan J-Bros di kampusnya. Ia menegaskan, PNP institusi pendidikan yang terbuka terhadap kolaborasi dan perkembangan teknologi. “Inti dari pendidikan vokasi, menghasilkan lulusan yang siap kerja dan sesuai kebutuhan industri. Karena itu, apa yang diajarkan di kampus harus relevan dengan perkembangan industri saat ini,” ujar Revalin.
Ia menambahkan, kolaborasi ini menjadi wujud nyata konsep link and match antara dunia pendidikan dan industri. PNP juga telah menetapkan mata kuliah Literasi Digital sebagai mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa, agar mampu menggunakan teknologi digital secara bertanggung jawab dan sesuai bidang masing-masing.
Menurut Revalin, Sumatera Barat (Sumbar) memiliki potensi besar mengembangkan industri berbasis intelektual. Investasi, kata dia, tidak hanya dinilai dari nilai materi, tetapi juga dari kehadiran industri yang membawa teknologi, peralatan, dan tenaga ahli ke lingkungan kampus.
“Kalau bicara industri di Sumatera Barat, yang bisa kita produksi adalah industri otak, industri intelektual. Dengan kerja sama ini, kita membangun ekosistem dan branding. Kalau branding ingin AI solution datang saja ke PNP. Termasuk juga NVIDIA, silahkan berinvestasi di PNP untuk menbangun ekosistem,” ungkapnya.
Sinergi dunia pendidikan dan industri menguatkan kompetensi mahasiswa. Menurutnya, kompetisi terwujud dalam produktivitas dan karya yang mendukung elemen sosial. Misalnya menggunakan AI untuk melestarikan budaya.
“Memperkenalkan AI kepada mahasiswa bukan hanya sekadar menggunakan aplikasi yang ada, tetapi mendorong SDM bisa menciptkan solusi sendiri berbasis AI. Termasuk dalam mendukung pelestarian budaya yang berdampak bermanfaat bagi masyarakat luas,” harapnya.
Ia berharap ke depan, kerja sama dengan NVIDIA terus berlanjut, sehingga PNP semakin dikenal sebagai kampus yang terbuka terhadap industri, perubahan, dan inovasi teknologi.
Pemilik J Bros Computer dan Smartphone Hendri Gunawan menegaskan, J Bros Computer satu-satunya toko yang lengkap di Sumbar yang mengusung produk brand nomor satu NVIDIA. “Kita toko komputer yang terlengkap di Kota Padang, dan di toko kami menjadikan NVIDIA menjadi brand nomor satu,” paparnya.
Hendri mengungkapkan J Bros yang berdiri sejak 2005 silam, enam tahun lalu sudah memperkenalkan produk digital. Di usianya yang sudah 21 tahun, J Bros komitmen selalu update teknologi. Komitmen tersebut diwujudkan dengan kerja sama dengan NVIDIA dan PNP.
J Bros itu menurutnya, berdiri mulai dari nol di Padang. Lewat kerja sama dengan PNP, J Bros memberikan solusi besar teknologi AI untuk nasional dan bahkan dunia, melalui inovasi mahasiswa.
“J Bros toko komputer yang ingin mendorong menyediakan alat-alat teknologi IT yang canggih. Kita menyediakannya. Dalam memasarkan produk-produk di toko, J Bros berupaya mencerdaskan SDM berkualitas di Sumbar. Yang bisa merubah dunia itu adalah teknologi. Kami gencar memperkenalkan perkembangan teknologi ini ke kampus-kampus seperti PNP saat ini,” tutupnya.(fan).





