METRO BISNIS

Atasi Kekurangan Produksi Jagung, Kapolda Sumbar Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Tidur

1
×

Atasi Kekurangan Produksi Jagung, Kapolda Sumbar Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Tidur

Sebarkan artikel ini
Kapolda Sumbar
PANEN RAYA JAGUNG—Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta saat Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di Kota Solok.

SOLOK, METRO–Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di Kampung Jawa Ampang Kualo,  kecamatan Tanjung Har.an, Kota Solok,

Kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional serta sinergi lintas sektor dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Sumbar.

“Hasil panen jagung pada kuartal I tahun 2026 di Sumbar mencapai 21,9 hektare dengan total pro­duksi hampir 70 ton, yang tersebar di 15 lokasi di Sumbar. Hari ini serentak dilakukan diseluruh indonesia panen jagung kuartal I termasuk di Sumbar yang saat ini kita laksanakan di Kota Solok,” kata Irjen Pol Gatot, Kamis (8/1).

Dijelaskan Irjen Pol Gatot,  kebutuhan produksi jagung di Sumbar sendiri mencapai sekitar 1,2 juta ton per tahun. Bahkan pada tahun 2025 lalu, penyerapan jagung lokal belum maksimal dan hanya ber­kisar 400 ribu ton.

“Ini menjadi perma­salahan tersendiri di Sumbar sehingga upaya menjaga ketahanan pangan melalui produksi lokal ma­sih jauh dari harapan,” ujarnya.

Baca Juga  Pengurus DPD PPHI Sumbar Dikukuhkan, Pengembangan Pariwisata Halal di Sumbar harus Lebih Konkret

Ia menilai, Sumbar ma­sih memiliki banyak lahan dan pekarangan yang belum dikelola secara optimal. Hal ini telah dibahas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar lahan-lahan tidur tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan, khu­susnya komoditas jagung.

“Kebutuhan jagung 1,2 juta ton, sementara pro­duksi kita tahun 2025 hanya 400 ribu ton, masih kurang hampir 800 ribu ton lagi. Ini harus didata ulang, apa sebenarnya perma­salahannya,” sebutnya.

Irjen Pol Gatot menekankan pentingnya edukasi kepada petani sebelum melakukan penanaman. Ia mengingatkan agar penanaman jagung tidak dilakukan secara asal-asalan tanpa memperhatikan kondisi tanah, termasuk tingkat keasaman (pH) tanah.

“Jangan asal tanam. Harus dilihat dulu dasar dan pondasinya, cocok at­au tidak. Satu hektare la­han kalau dikelola dengan baik bisa menghasilkan 10 sampai 12 ton. Tapi kalau tidak bagus, hasilnya bisa tidak sampai 2 ton. Sayang sekali jika tidak maksimal,” jelasnya.

Baca Juga  Peduli Pendidikan di Sumbar, Telkomsel Beri 5.600 Kartu Perdana Kuota Belajar

Untuk itu, kolaborasi antara petani dan dinas pertanian sangat penting agar pengelolaan lahan dapat dilakukan secara optimal.

Ia berharap ma­sya­rakat yang menanam ja­gung memiliki pemahaman, kemauan kuat, serta men­dapatkan pendampi­ngan dan bimbingan agar hasil produksi meningkat, termasuk di Kota Solok.

Selain itu, Irjen Pol Gatot mendorong agar dilakukan pemetaan ulang dae­rah-daerah yang potensial untuk ditanami jagung. Evaluasi pun perlu dilakukan secara rutin setiap bulan untuk mengetahui kendala yang dihadapi di la­pangan.

“Perlu dilihat dari seluruh kabupaten dan kota di Sumbar, mana yang paling bagus pengelolaannya. Kalau ada yang berhasil, itu bisa jadi role model dan contoh bagi daerah lain. Untuk kebaikan, tidak perlu malu belajar,” pungkasnya.

Kapolres Solok Kota AKBP Mas’ud Ahmad menambahkan bahwa jajaran Polres Solok Kota terus berkomitmen mendukung program-program strategis pemerintah, termasuk ketahanan pangan, melalui pendampingan dan pengamanan kegiatan pertanian di wilayah hukum Polres Solok Kota. (rgr)