PAYAKUMBUH/50 KOTA

Usai Libur, Ribuan Peserta Didik di Payakumbuh Kembali Terima MBG

1
×

Usai Libur, Ribuan Peserta Didik di Payakumbuh Kembali Terima MBG

Sebarkan artikel ini
Usai Libur Ribuan Peserta Didik di Kota Payakumbuh Kembali Terima MBG
DAPAT MBG KEMBALI— Para siswa SD kembali menerima MBG di sekolah usai libur semester pertama.

PAYAKUMBUH, METRO –Dua minggu usai libur se­kolah semester genap, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dinikmati oleh siswa di Kota Payakumbuh. Program dari Pemerintah Pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut mulai disalurkan lagi Kamis (8/1), melalui Satuan Penyedia Pemenuhan Gizi (SPPG).

Setelah sempat berhenti selama masa libur, ribuan pelajar dari tingkat dasar hingga mene­ngah kembali menerima manfaat program unggulan Presiden Pra­bowo tersebut. Program MBG ini disambut antusias oleh pihak sekolah maupun peserta didik.

Di SD PIUS Kota Payakumbuh, ratusan siswa tampak bersemangat saat menerima pembagian makanan bergizi yang diberikan pada hari pertama.

Baca Juga  Lima Pejabat Utama dan Satu Kapolsek Bergeser

Sekolah yang memiliki 11 rombongan belajar (rombel) ini mulai menerima MBG sejak Desember 2025 lalu. Pihak se­kolah menyampaikan bahwa program ini sangat dinanti oleh peserta didik.

“Selain menu yang beragam, makan bersama juga me­ning­katkan kekompakan antar sis­wa,” ujar Kepsek SD PIUS Payakumbuh, Ana Yusfin Ayu Rati didampingi  Tunia, Guru Kelas IV serta Rani, Guru Kelas 1 A, Rabu (8/1).

Menurut pihak sekolah, MBG tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga membangun kebiasaan sarapan sehat sebelum belajar. Sementara murid sebagai penerima manfaat MBG, berharap program tersebut terus berlanjut, karena memberikan manfaat besar bagi murid. “Kami selalu menunggu MBG setiap hari. Kalau bisa, sayurnya lebih bervariasi,” ungkap Fiolinca Permata Devi, siswi kelas VI di SD PIUS.

Baca Juga  Rp1,7 Miliar DAK untuk Penanganan Stunting di Limapuluh Kota

Jumlah Penerima Terus Bertambah

Di Kota Payakumbuh, jumlah penerima manfaat MBG terus meningkat. Hal ini juga diikuti bertambahnya jumlah dapur penyedia atau SPPG yang kini mencapai belasan unit di berbagai wilayah. Program MBG diterima positif oleh masyarakat pendidikan dan diharapkan terus berlanjut serta semakin baik di masa mendatang. (uus)