BERITA UTAMA

Hari Jadi ke-193 Kabupaten Padangpariaman, Wujudkan Identitas Derah, Memiliki Makna yang Mendalam

6
×

Hari Jadi ke-193 Kabupaten Padangpariaman, Wujudkan Identitas Derah, Memiliki Makna yang Mendalam

Sebarkan artikel ini
1 15
KETUA DPRD dan Bupati saat datang untuk sidang paripurna DPRD dalam rangka HUT Padangpariaman ke-193.

DEWAN Perwakilan Rak­yat Daerah (DPRD) Ka­bupaten Padangpariaman menggelar rapat pa­ri­­purna dalam rangka mem­pe­rin­gati Hari Jadi Kabupaten Pa­dangpariaman ke-193 tahun 2026. Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Padangpariaman, Afrianaldi, dan dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh ma­sya­ra­kat, serta para undangan lain­nya.

Dalam sambutannya, Afrianaldi menyampaikan uca­pan selamat datang dan apresiasi kepada selu­ruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri rapat paripurna tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan kapasitas ruangan sehingga tidak semua undangan dapat mengikuti rapat secara langsung di dalam ruangan.

“Kami mohon maaf yang­ sebesar-besarnya ka­rena keterbatasan tempat, se­hingga tidak seluruh tamu undangan dapat me­ngi­kuti rapat paripurna di ruangan ini,” ujar Afrianaldi.

Pada momentum hari jadi ini, Afrianaldi me­nyam­­paikan penghargaan dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para pendahulu dan pendiri Ka­bupaten Padangpariaman, man­tan bupati dan wakil bupati, mantan penjabat bupati, para pejabat terdahulu, pimpinan dan anggota DPRD sebelumnya, serta para tokoh masyara­kat atas jasa dan pengabdian yang telah diberikan.

“Berkat pengabdian para pendahulu, Kabupaten Padangpariaman dapat berdiri dan berkembang seperti saat ini. Semoga seluruh jasa dan pengabdian tersebut dibalas dengan amal pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT,” ucapnya.

Baca Juga  Bantah Dukung Kotak Kosong, Gerindra Netral di Pilkada Pasaman

Ia menegaskan, peringatan hari jadi daerah bukan sekadar seremoni atau euforia semata, melainkan memiliki makna yang mendalam sebagai identitas daerah dan tonggak sejarah penyelenggaraan pemerintahan. Momentum ini juga menjadi sarana refleksi dan evaluasi atas perjalanan pembangunan daerah.

“Peringatan hari jadi merupakan momentum penting untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, se­kaligus memperkuat komitmen kita dalam meningkatkan kualitas pemerintahan dan pelayanan kepada masya­ra­kat,” katanya.

Dengan mengusung tema “Bangkit Lebih Cepat Menuju Padangpariaman Tangguh”, Afrianaldi mengajak seluruh elemen ma­syarakat dan pemerintah daerah untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, rasa cinta, dan rasa memiliki terhadap Kabupaten Padangpariaman.

“Kita harus bangkit dari berbagai keterpurukan, bergerak lebih responsif, mempercepat pemulihan, memperbaiki pelayanan publik, serta memulihkan aktivitas eko­nomi dan sosial melalui semangat gotong royong dan kerja nyata,” ujarnya.

Afrianaldi juga menyinggung bencana banjir dan longsor yang melanda Padangpariaman pada penghujung tahun 2025 lalu, yang menyebabkan kerusakan infrastruktur, rumah warga, fasilitas umum, lahan pertanian, hingga sarana pendidikan di berbagai wilayah.

Ia menyampaikan apre­­siasi dan dukungan kepada Pemerintah Daerah serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan bencana tersebut, mulai dari pemerintah pusat dan provinsi, TNI-Polri, relawan, LSM, masyarakat di ranah dan rantau, hingga unsur lainnya.

Baca Juga  Prabowo mulai Menjawab

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas empati dan kontribusi seluruh pihak dalam penanganan bencana di Kabupaten Padangpariaman,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Padangpariaman John Kenedi Aziz menyampaikan bahwa hampir satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, berbagai langkah pembenahan terus dilakukan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat, responsif terhadap keluhan warga, serta solutif dalam menjawab persoalan daerah.

Menurutnya, pening­katan kualitas pelayanan publik menjadi prioritas utama, baik di bidang kesehatan, pendidikan, maupun administrasi pemerintahan. Selain itu, pembenahan disiplin apa­ratur sipil negara dan penguatan budaya melayani terus didorong agar manfaat kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.

“Di tengah keterbata­san anggaran dan kebijakan efisiensi fiskal nasional, kami terus berinovasi melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan masya­ra­kat dan perantau, serta menghidupkan kembali event budaya dan eko­nomi lokal untuk menggerakkan roda perekonomian daerah,” pungkasnya. (***)