SOLSEL, METRO – Akses jalan di Leyiang antara perbatasan Nagari Koto Baru dengan Nagari Bomas Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan (Solsel) terban ke jurang sekitar 7-10 meter, nyaris separuh badan jalan.
Jalan ini merupakan akses utama masyarakat Koto Baru ke Nagari Bomas yakni: jorong Bangko Ampera, jorong Bangko, jorong Bangko Tangah dan Bangko Ulu. Lalu juga ada jorong Pinang Sinawa Nagari Kapau Alam Pauh Duo.
Kondisi ini cukup rawan kecelakaan karena badan jalan mengalami penyempitan, terutama pada malam hari yang minim penerangan jalan.
Wali Nagari Koto Baru, Ahmad Julaini berharap akses jalan tersebut agar cepat diperbaiki sebelum putus sehingga tidak bisa dilewati. Apalagi kondisinya jurang dengan kedalaman sekitar 20-30 meter.
“Saya sudah dihubungi oleh pihak Dinas PUPR Solok Selatan namun belum mengetahui kapan akan diperbaiki. Kami berharap tentu segera diperbaiki,” katanya, Minggu, (11/1/2026).
Ketika dikonfirmasi Kepala Dinas PUPR Solok Selatan, Yolly Hirlandes Putra pihaknya mengusulkan untuk dilakukan pengikisan Bukit yang berada di pinggir badan jalan untuk dilakukan pelebaran dilokasi jalan terban.
“Pasalnya kalau dikerjakan perbaikan butuh anggaran yang tinggi dan tidak tercover oleh anggaran kita, karena jurang cukup dalam dari jalan. Sehingga butuh pembebasan lahan untuk melakukan pelebaran jalan. Kendati demikian juga telah diusulkan melalui anggaran bencana,” katanya.
Pihaknya sembari itu masih menunggu usulan dan persetujuan pembebasan lahan dari Wali Nagari dan masyarakat. Sementara itu, Wali Nagari akan berupaya untuk melakukan pembebasan lahan masyarakat dengan pelebaran tebing bukit.
Sementara, Kepala BPBD Solok Selatan, Novi Hendrix menyatakan bahwa perbaikan jalan tersebut sudah diusulkan melalui dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) tingkat provinsi.
“Pascabencana Hidrometeorologi usulan R3P ada dua termasuk jembatan di Batu Bajarang Pauh Duo dan jalan yang terban tersebut,” sebutnya. (Jef)





