LIMAPULUHKOTA, METRO—Fenomena munculnya lubang raksasa atau sinkhole di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, memicu perhatian luas masyarakat.
Lokasi itu kini menjadi “objek wisata dadakan” yang ramai dikunjungi warga setempat maupun dari berbagai daerah. Meski kondisi lahan dinilai masih rawan, sejumlah warga justru nekat mengambil air dari dalam lubang tersebut karena percaya memiliki khasiat pengobatan, meskipun belum ada penelitian dan hasil uji laboratorium.
Menyikapi adanya kepercayaan terkait khasiat air tersebut, Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar mengingatkan masyarakat agar hal ini tidak menjurus kepada kesyirikan. Ia menekankan agar masyarakat tidak mudah tertipu oleh asumsi pribadi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmu pengetahuan.
“Menyakini sesuatu berkhasiat secara medis tanpa ada alasan medisnya berarti itu kebodohan. Dalam Islam, segala sesuatu yang bersifat gaib harus bersumber dari dalil yang kuat,” kata Gusrizal, Jumat (9/1).
Dijelaskan Gusrizal, meyakini kekuatan gaib pada suatu benda tanpa adanya dasar wahyu yang shahih dari Allah SWT adalah sebuah kesesatan. Dalam terminologi agama, hal ini disebut sebagai khayalan yang berujung pada praktik khurafat.
“Menyakini sesuatu berkhasiat secara gaib tanpa kabar yang shahih berupa wahyu dari Allah SWT berarti keyakinan berasal dari khayalan (takhayul) yang kita kenal sebagai khurafat,” jelasnya.
Peringatan yang disampaikan MUI Sumbar bukan tanpa alasan. Buya Gusrizal menegaskan bahwa jika masyarakat sudah mulai menggantungkan harapan atau keyakinan pada air tersebut, maka hal itu sudah masuk ke dalam kategori dosa besar yang sangat dilarang dalam agama.
“Itiqad atau keyakinan serta perbuatan yang lahir dari tradisi khurafat tersebut adalah bentuk kesyirikan yang nyata. Hal ini dianggap sangat berbahaya bagi keselamatan iman seorang Muslim. Itiqad dan perbuatan yang lahir dari khurafat tersebut adalah kesyirikan yang nyata,” tambahnya.
Merespons potensi penyimpangan tersebut, MUI Sumatera Barat tidak tinggal diam. Buya Gusrizal menuturkan sudah berkoordinasi di tingkat daerah untuk memantau situasi di lapangan secara berkala.
“Kami sudah amanahkan kepada MUI Kabupaten Limapuluh Kota dan juga telah sampai ke MUI Nagari agar perbuatan masyarakat itu dihentikan,” tegasnya.
Ahli Geologi Ingatkan Risiko
Tm ahli dari Badan Geologi Bandung yang diterjunkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan peringatan keras kepada sejumlah warga yang nekat mengambil air dari dalam lubang tersebut.
Salah satu anggota tim, Taufik Wirabuana, menyayangkan tindakan warga yang terpengaruh informasi tidak jelas yang beredar di media sosial terkait dugaan khasiat air sinkhole.
“Jangan terpengaruh isu-isu yang tidak berdasar. Misalnya disebut bisa menyembuhkan penyakit. Selama belum ada bukti ilmiah, masyarakat jangan percaya,” kata Taufik dalam keterangannya, Jumat (9/1).
Taufik menjelaskan, fokus tim saat ini adalah melakukan pemeriksaan cepat terhadap kondisi tanah dan kandungan air guna memastikan fenomena yang sebenarnya terjadi di kawasan Pombatan, Situjuah Batua.
Menurut Taufik, tim akan melakukan pengambilan data secara intensif dalam beberapa hari ke depan untuk menilai tingkat keamanan lokasi, baik bagi permukiman maupun lahan pertanian warga.
“Rencananya Sabtu sampai Minggu. Saat ini kami masih fokus kajian cepat untuk menjawab fenomena apa yang terjadi. Kondisi tanahnya seperti apa, airnya seperti apa, karena sinkhole di sini tentu berbeda dengan di wilayah lain,” pungkasnya. (*)





