BERITA UTAMA

Soal Air Sinkhole Diyakini Berkhasiat, MUI Sumbar: Kebodohan dan Kesesatan

0
×

Soal Air Sinkhole Diyakini Berkhasiat, MUI Sumbar: Kebodohan dan Kesesatan

Sebarkan artikel ini
Sinkhole di Situjuah
SINKHOLE— Lubang raksasa atau sinkhole di Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUHKOTA, METROFenomena munculnya lubang raksasa atau sinkhole di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima­puluh Kota, memicu perhatian luas masyarakat.

Lokasi itu kini menjadi “objek wisata dadakan” yang ramai dikunjungi warga setempat maupun dari berbagai daerah. Meski kondisi lahan dinilai masih rawan, sejumlah warga justru nekat mengambil air dari dalam lubang tersebut ka­rena percaya memiliki kha­siat pengobatan, meskipun belum ada penelitian dan hasil uji laboratorium.

Menyikapi adanya kepercayaan terkait khasiat air tersebut, Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Ga­zahar mengingatkan ma­syarakat agar hal ini tidak menjurus kepada kesyirikan. Ia menekankan agar masyarakat tidak mudah tertipu oleh asumsi pribadi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmu pengetahuan.

“Menyakini sesuatu berkhasiat secara medis tanpa ada alasan medisnya berarti itu kebodohan. Dalam Islam, segala sesuatu yang bersifat gaib harus bersumber dari dalil yang kuat,” kata Gusrizal, Jumat (9/1).

Dijelaskan Gusrizal, meyakini kekuatan gaib pada suatu benda tanpa adanya dasar wahyu yang shahih dari Allah SWT adalah sebuah kesesatan. Dalam terminologi agama, hal ini disebut sebagai kha­yalan yang berujung pada praktik khurafat.

Baca Juga  Peringati Bulan K3 Nasional, PT Semen Padang Launching Hari Olahraga Tahun 2023

“Menyakini sesuatu berkhasiat secara gaib tanpa kabar yang shahih berupa wahyu dari Allah SWT berarti keyakinan berasal dari khayalan (takhayul) yang kita kenal sebagai khurafat,” jelasnya.

Peringatan yang disampaikan MUI Sumbar bukan tanpa alasan. Buya Gusrizal menegaskan bahwa jika masyarakat sudah mu­lai menggantungkan harapan atau keyakinan pada air tersebut, maka hal itu sudah masuk ke dalam kategori dosa besar yang sangat dilarang dalam agama.

“Itiqad atau keyakinan serta perbuatan yang lahir dari tradisi khurafat tersebut adalah bentuk kesyirikan yang nyata. Hal ini dianggap sangat berbahaya bagi keselamatan iman seorang Muslim. Itiqad dan perbuatan yang lahir dari khurafat tersebut adalah kesyirikan yang nyata,” tambahnya.

Merespons potensi penyimpangan tersebut, MUI Sumatera Barat tidak tinggal diam. Buya Gusrizal menuturkan sudah berkoordinasi di tingkat daerah untuk memantau situasi di lapangan secara berkala.

“Kami sudah amanahkan kepada MUI Kabupaten Limapuluh Kota dan juga telah sampai ke MUI Nagari agar perbuatan masyarakat itu dihentikan,” tegasnya.

Ahli Geologi Ingatkan Risiko

Tm ahli dari Badan Geo­logi Bandung yang diterjunkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan peringatan keras kepada sejumlah warga yang  ne­kat mengambil air dari dalam lubang tersebut.

Baca Juga  Ibunya Dinikahi, Putrinya Dihamili

Salah satu anggota tim, Taufik Wirabuana, menyayangkan tindakan warga yang terpengaruh informasi tidak jelas yang beredar di media sosial terkait dugaan khasiat air sinkhole.

“Jangan terpengaruh isu-isu yang tidak berdasar. Misalnya disebut bisa me­nyembuhkan penyakit. Selama belum ada bukti ilmiah, masyarakat jangan percaya,” kata Taufik da­lam keterangannya, Jumat (9/1).

Taufik menjelaskan, fo­kus tim saat ini adalah melakukan pemeriksaan cepat terhadap kondisi tanah dan kandungan air guna memastikan fenomena yang sebenarnya terjadi di kawasan Pombatan, Situjuah Batua.

Menurut Taufik, tim akan melakukan pengambilan data secara intensif dalam beberapa hari ke depan untuk menilai ting­kat keamanan lokasi, baik bagi permukiman mau­pun lahan pertanian warga.

“Rencananya Sabtu sam­­pai Minggu. Saat ini kami masih fokus kajian cepat untuk menjawab fe­no­mena apa yang terjadi. Kondisi tanahnya seperti apa, airnya seperti apa, karena sinkhole di sini tentu berbeda dengan di wila­yah lain,” pungkasnya. (*)