METRO SUMBAR

Siap Lakukan Pergeseran Anggaran, DPRD Sumbar Komit Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

0
×

Siap Lakukan Pergeseran Anggaran, DPRD Sumbar Komit Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

Sebarkan artikel ini
Muhidi 1
RAKOR—Ketua DPRD Sumbar, Muhidi menghadiri rakor percepatan penanganan bencana.

PADANG, METRO–Ketua DPRD Provinsi Su­matera Barat (Sumbar) Muhidi menegaskan, DPRD Sumbar komitmen mendukung percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang terjadi di beberapa kabupaten kota di Sumbar.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kesiapan DPRD Sumbar dalam mendukung kebijakan pergeseran anggaran, sepanjang dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mekanisme pe­ngelolaan keuangan daerah.

“DPRD Sumbar siap mendukung langkah Pemerintah Provinsi Sumbar apabila pe­ngajuan anggaran perubahan dilakukan secara tepat dan sesuai mekanisme,” ujar Muhidi saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Bencana Banjir, Banjir Bandang dan Tanah Longsor pada November 2025, Kamis (8/1).

Baca Juga  Destinasi Wisata yang Sudah Mendunia,Istano Pagaruyung Mulai Berbenah

Dikatakan Muhidi, setiap pengajuan perubahan atau pergeseran anggaran harus dilakukan secara tepat, transparan, dan akuntabel, serta me­ngikuti prosedur yang telah ditetapkan dalam sistem pe­ngelolaan keuangan daerah.

“Dukungan DPRD sangat penting untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan optimal, sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat terdampak terkait pemulihan infrastruktur, pelayanan publik, serta kehidupan sosial dan ekonomi,” tegas dia.

Pada kesempatan yang sa­ma, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menyampaikan, kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana diperkirakan mencapai Rp22,7 triliun.

Baca Juga  Tim Inafis Polda Sumbar masih Lakukan Penyelidikan

“Anggaran tersebut dibutuhkan untuk memperbaiki dan membangun kembali berbagai sektor yang mengalami kerusakan akibat bencana alam yang melanda sejumlah wi­layah di Sumbar,” ungkap Mah­yeldi.

Perinciannya, jelas gubernur, kerusakan sektor perumahan sebesar Rp1,7 triliun, sektor pelayanan Rp978 miliar, sektor ekonomi Rp2,2 triliun, sarana dan prasarana Rp26,676 triliun, serta sektor peternakan sebesar Rp64,5 miliar.

“Berdasarkan data sementara total perkiraan kerusakan dan kerugian akibat bencana di Sumbar mencapai Rp31,686 triliun,” tutup dia. (rgr)