PADANG, METRO–Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat menindaklanjuti pemberitaan terkait dugaan pengusiran warga Pasaman dan Pasaman Barat yang menghuni Rumah Singgah SD I-II Teladan Panti Pasaman yang berada di bawah naungan Yayasan Doktor Haji Abdullah Ahmad PGAI Padang. Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Doddy San Ismail, turun langsung ke lokasi rumah singgah tersebut di Kota Padang, Jumat (9/1).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Daerah terhadap warganya yang sedang menjalani pengobatan di Kota Padang. Sekda Pasbar mengecek langsung situasi dan kondisi di rumah singgah serta berdialog dengan warga Pasaman dan Pasaman Barat yang menempati fasilitas tersebut.
“Kami hadir langsung untuk memastikan kondisi warga Pasaman dan Pasaman Barat yang berada di Rumah Singgah ini dalam keadaan aman dan terlayani dengan baik. Pemerintah daerah tidak ingin ada warga kami yang dirugikan, terlebih mereka sedang menjalani pengobatan,” ujar Sekda Pasaman Barat, Doddy San Ismail.
Selain melakukan peninjauan, Sekda Pasbar yang mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat juga menyerahkan bantuan langsung kepada warga yang berada di Rumah Singgah SD I-II Teladan Panti Pasaman. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga selama menjalani proses pengobatan di Kota Padang.
Sekda Pasbar menegaskan bahwa Pemerintah Daerah tidak menginginkan adanya persoalan yang berdampak pada masyarakat, khususnya warga yang sedang dalam kondisi sakit dan membutuhkan ketenangan. “Jika terdapat permasalahan antara pihak-pihak terkait, kami mengimbau agar dapat diselesaikan secara baik-baik melalui musyawarah. Persoalan internal yayasan hendaknya tidak melibatkan masyarakat Pasaman dan Pasaman Barat yang saat ini sedang fokus berobat,” tegasnya.
Sementara itu Ikwan, seorang tokoh muda dari Pasaman yang juga merupakan pengelola rumah singgah itu mengaku berterimakasih kepada pemkab Pasaman Barat. “Kedatangan Sekda Doddy San Ismail ke lokasi, kami sangat bersyukur dan berterimakasih. Khususnya pada bupati dan seluruh jajarannya,” kata Ikwan. Dikatakan ikwan, pasca kejadian itu beberapa orang OTK masih berkeliaran di sekitar lokasi. Namun mereka tidak berani lagi mengambil tindakan melawan hukum. “Yang jelas, kami minta kepada pihak yang berwajib untuk melakukan penyidikan,” harap Ikwan. (ped)





