PDG.PARIAMAN, METRO–Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, kemarin, menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) sinergitas dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang digelar di Auditorium Gubernur Sumatera Barat.
Rakor ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia terkait percepatan penanganan bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Padangpariaman.
Dalam forum strategis tersebut, Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis memaparkan secara komprehensif dokumen R3P bencana cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor Kabupaten Padangpariaman tahun 2026–2028 di hadapan Sekretaris Utama BNPB, Gubernur Sumatera Barat, serta seluruh peserta rakor.
Bupati juga mengungkapkan bahwa bencana yang melanda Padangpariaman menimbulkan dampak sosial, ekonomi, dan infrastruktur yang sangat signifikan. Tercatat 9 orang meninggal dunia, 5.622 jiwa terpaksa mengungsi yang tersebar di 33 titik pengungsian, serta terjadi 52 titik longsor dan 77 titik banjir di berbagai wilayah.
Dampak bencana juga merusak infrastruktur vital daerah. Sebanyak 56 jembatan, 53 daerah irigasi, dan 31 ruas jalan mengalami kerusakan, sementara 1.236,8 hektare lahan persawahan terendam, yang berimplikasi langsung terhadap ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.
“Berdasarkan hasil penilaian kerusakan dan kerugian lintas sektor, total nilai kerusakan mencapai Rp1,75 triliun, sementara nilai kerugian sebesar Rp1,90 triliun, sehingga total dampak bencana di Kabupaten Padangpariaman mencapai Rp3,65 triliun,” ungkap Bupati.
Lebih lanjut, Bupati memaparkan langkah strategis implementasi dan tindak lanjut R3P, di antaranya penyesuaian alokasi dan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), penyediaan anggaran Detail Engineering Design (DED) dan supervisi, pemanfaatan dana sumbangan pascabencana, serta penyusunan RKPD Tahun 2027 yang difokuskan pada percepatan pemulihan pascabencana.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan Dokumen R3P serta mengajukan permohonan realisasi Transfer ke Daerah (TKD) tanpa pemotongan guna memastikan keberlanjutan dan efektivitas program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Padangpariaman untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi agar proses pemulihan pascabencana berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan demi kebangkitan daerah dan keselamatan masyarakat. Turut mendampingi Bupati Padangpariaman dalam kegiatan tersebut, para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman. (efa)





