AGAM, METRO–Bupati Agam yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Muhammad Lutfi AR, melaporkan kondisi terkini pasca bencana alam yang melanda Kabupaten Agam kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian.
Laporan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengecekan Indikator Pemulihan Pemerintahan dan Kemasyarakatan Pasca Bencana yang digelar secara virtual dari Aula Kantor Bupati Agam, Jumat (9/1).
Rakor ini diikuti oleh pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota yang terdampak bencana di berbagai daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Agam Muhammad Lutfi AR memaparkan bahwa bencana alam yang terjadi di Kabupaten Agam berdampak pada sejumlah sektor penting.
Dampak tersebut meliputi bidang pemerintahan dan pelayanan publik, pendidikan, akses dan infrastruktur jalan, aktivitas ekonomi masyarakat, rumah ibadah, hingga sektor pariwisata.
Ia menjelaskan, secara umum kondisi daerah pasca bencana masih dalam status darurat, meskipun penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik dan lancar.
Akses jalan utama sudah dapat dilalui, namun masih bersifat darurat dan membutuhkan penanganan lanjutan.
“Untuk aktivitas ekonomi masyarakat, cukup terdampak akibat bencana ini, terutama di wilayah- wilayah yang terdampak langsung,” ungkapnya.
Menanggapi laporan tersebut, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa berbagai kendala dan kondisi di lapangan yang dilaporkan pemerintah daerah akan menjadi catatan penting bagi pemerintah pusat.
Selanjutnya, hal tersebut akan dibahas di tingkat pusat guna merumuskan langkah-langkah strategis dan solusi yang tepat.
Mendagri menegaskan, pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar proses pemulihan pasca bencana dapat berjalan optimal, sehingga permasalahan di lapangan dapat segera ditangani dan masyarakat terdampak memperoleh solusi serta jalan keluar yang dibutuhkan. (pry)





