AGAM, METRO–Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, memaparkan kondisi terkini serta kebutuhan penanganan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Finalisasi Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Hidrometeorologi Sumatera Barat. Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Padang, Kamis (8/1).
Rakor strategis ini dibuka oleh Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, dan dihadiri Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi. Turut hadir unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota se-Sumatera Barat, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi dan kabupaten/kota, serta perwakilan instansi terkait.
Dalam paparannya, Bupati Benni Warlis menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam telah menyebabkan kerusakan dan kerugian yang signifikan di berbagai sektor. Dampak tersebut dirasakan pada sektor perumahan, infrastruktur dasar, ekonomi produktif, layanan sosial, hingga sektor lintas lainnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil kajian dan pendataan, estimasi total kerusakan dan kerugian di Kabupaten Agam mencapai sekitar Rp7,99 triliun. Sementara itu, kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan R3P diperkirakan sebesar Rp3,53 triliun, yang direncanakan akan direalisasikan secara bertahap selama tiga tahun anggaran, yakni 2026 hingga 2028.
“Prioritas pemulihan diarahkan pada pembangunan dan perbaikan rumah masyarakat terdampak, rehabilitasi infrastruktur transportasi, air minum, sumber daya air dan irigasi, pemulihan UMKM dan ekonomi produktif, pemulihan layanan sosial dasar, serta penguatan layanan publik lintas sektor,” jelas Benni Warlis.
Pada kesempatan terxsebut, para kepala daerah juga melakukan penandatanganan dokumen R3P sebagai wujud komitmen bersama. Dokumen ini selanjutnya diserahkan kepada BNPB sebagai dasar dukungan program rehabilitasi dan rekonstruksi dari pemerintah pusat.
Bupati Agam menegaskan, dokumen R3P memiliki peran strategis dalam memastikan percepatan pemulihan pascabencana dapat berjalan secara terarah, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
“Melalui penandatanganan ini, kita berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak, termasuk Kabupaten Agam, dapat berjalan optimal,” ujar Benni Warlis.
Rakor ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta kabupaten dan kota dalam membangun ketangguhan daerah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang. (pry)





