PADANG, METRO—Universitas Andalas (Unand) menegaskan komitmennya untuk hadir secara berkelanjutan dalam mendampingi masyarakat terdampak banjir di Sumatera Barat. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D., dalam penyaluran bantuan bagi warga Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Rabu (7/1) lalu.
Rektor Unand Efa Yonnedi, menekankan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berhenti pada bantuan darurat semata. Unand tengah merancang berbagai program berkelanjutan yang berfokus pada pemulihan ekonomi, kesehatan fisik, serta kesehatan mental masyarakat terdampak.
Seluruh program tersebut disusun berbasis pendataan dan survei langsung terhadap kebutuhan warga agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang.
“Kami tidak ingin hanya hadir sesaat. Unand akan terus melakukan pendataan dan kajian untuk menentukan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, sehingga dapat membantu Bapak dan Ibu pulih lebih cepat, baik secara ekonomi maupun psikososial,” ujar Efa Yonnedi.
Sekretaris Universitas Andalas, Dr. Aidinil Zetra menambahkan bahwa Unand juga akan membantu memetakan usaha seperti apa yang akan dikembangkan di tengah masyarakat Guo.
“Kami akan coba bantu seperti apa kiranya usaha yang mungkin dapat dihidupkan kembali atau diganti,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Unand melalui program Unand Peduli berkolaborasi dengan BTN, dan Kemdiktisaintek menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir di Guo. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian Unand terhadap warga yang hingga kini masih menjalani proses pemulihan pascabencana.
Banjir yang dipicu oleh luapan Sungai Batang Guo menyebabkan kerusakan signifikan. Sebanyak 17 rumah warga hanyut dan tidak lagi dapat ditempati, sementara lahan pertanian yang menjadi sumber utama pendapatan masyarakat juga terdampak, sehingga mempengaruhi kondisi ekonomi warga secara langsung.
Saat ini, sebagian warga terdampak masih tinggal di hunian sementara, sementara lainnya menumpang di rumah sanak saudara. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses pemulihan masih memerlukan pendampingan berkelanjutan dari berbagai pihak.
Melalui keterlibatan sivitas akademika lintas disiplin, Universitas Andalas berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat Guo dalam proses pemulihan pascabencana. Unand berharap program-program berkelanjutan yang dirancang dapat mempercepat pemulihan lingkungan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat terdampak banjir. (ren/rel)
















