METRO SUMBAR

Gubernur Tinjau Relokasi Jalan Simpang Empat–Talamau

2
×

Gubernur Tinjau Relokasi Jalan Simpang Empat–Talamau

Sebarkan artikel ini
Tinjau Relokasi Jalan Simpang Empat–Talamau1
PENJELASAN — Bupati Pasaman Barat Yulianto saat menjelaskan kepada Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah saat meninjau rencana relokasi Jalan Simpang Empat–Talamau

PASBAR, METRO–Usai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Pasaman Barat, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah bersama Bupati Pasaman Barat Yulianto dan Wakil Bupati M. Ihpan meninjau rencana relokasi Jalan Sim­pang Empat–Talamau, kemarin.

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dalam memastikan keselamatan serta kelancaran akses transportasi masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana.

Rombongan bertolak dari Gedung DPRD Padang Tujuh menuju lokasi jalan amblas di Rimbo Kejahatan yang merupakan jalur penghubung Talu–Simpang Empat.

Selanjutnya, rombongan meninjau jalan tembus ke Bangkok yang selama ini difungsikan sebagai jalur alternatif, serta melihat kon­disi Sungai Rantau Pauh di Jorong Perhimpunan.

Baca Juga  Pasang Salempang Pakai Protokoler Kesehatan

Peninjauan berlanjut ke Jalan Pasanggiangan, di mana badan jalan mengalami terban dan retakan aspal hingga mendekati permukiman warga. Di lokasi tersebut, rombongan melihat langsung kondisi jalan yang rawan amblas karena berada di bibir sungai dan jurang yang curam. Kondisi serupa juga ditemukan di Jalan Polongan 6 yang dinilai membutuhkan penanganan segera.

Gubernur Sumatera Ba­rat Mahyeldi Ansyarullah menyampaikan bahwa wi­la­yah Talu, Kecamatan Talamau, memiliki banyak titik rawan bencana, seperti banjir dan longsor, sehingga diperlukan solusi jangka panjang.

“Beberapa titik yang kita tinjau memiliki kontur yang terjal dan berada di kawasan rawan, bukan ha­nya longsor tetapi juga jalan terban. Di satu sisi terdapat sungai yang cu­ram, sementara di sisi lainnya bukit yang tinggi. Oleh karena itu, solusi terbaik adalah pengalihan jalur ke lokasi yang lebih stabil dan aman,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga  Peringatan Hari Otoda dan Hardiknas 2019, Dorong Kemajuan Pembangunan Daerah

Ia menambahkan bahwa jalur alternatif saat ini sudah tersedia dan perlu ditingkatkan agar dapat menjadi akses utama yang lebih layak bagi ma­sya­rakat.

Di akhir kegiatan, Gubernur Mahyeldi menginstruksikan Pemerintah Ka­bupaten Pasaman Barat untuk segera menyiapkan dokumen pendukung yang dibutuhkan, sehingga proses relokasi jalur dan pe­nger­jaan fisik dapat segera dilaksanakan. Langkah ter­sebut diharapkan dapat mempercepat penanganan infrastruktur jalan serta menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah Tala­mau dan sekitarnya. (end)