AGAM, METRO—Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Agam, Ny. Merry Benniwarlis, menyaksikan langsung penyerahan bantuan program YARSI Peduli Sumatra berupa 513 paket perlengkapan sekolah bagi siswa jenjang TK hingga SMP di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak penyintas bencana banjir bandang dan longsor.
Dalam kesempatan itu, Ny. Merry Benniwarlis menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Universitas YARSI Jakarta atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Agam yang terdampak bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. Ini merupakan wujud nyata kepedulian Universitas YARSI Jakarta terhadap para penyintas banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Agam,” ujar Ny. Merry di Lubuk Basung, Kamis (8/1).
Ia menilai, bantuan tersebut tidak hanya membantu secara materiil, tetapi juga menjadi simbol kuatnya solidaritas dan semangat gotong royong dalam menghadapi dampak bencana alam. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat penting dalam mendukung proses pemulihan pascabencana.
“Solidaritas dan gotong royong menjadi kunci dalam mengatasi dampak bencana. Kami berkomitmen untuk terus mendukung proses pemulihan bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam,” harapnya.
Ny. Merry juga berharap bantuan perlengkapan sekolah tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa, sekaligus menumbuhkan kembali semangat belajar mereka setelah terdampak bencana.
Universitas YARSI Jakarta sendiri merupakan perguruan tinggi Islam yang telah berdiri sejak tahun 1967 dan selama hampir 59 tahun berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.
Keluarga Besar Universitas YARSI turut berduka atas musibah banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada periode 25–30 November 2025. Berdasarkan data BNPB per 4 Januari 2026, tercatat sebanyak 1.177 jiwa meninggal dunia dan 242.174 jiwa mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal. Musibah tersebut menjadi duka mendalam bagi bangsa Indonesia.
Sebagai bentuk kepedulian, Universitas YARSI menggalang donasi melalui program YARSI Peduli Sumatra sejak 1 Desember 2025, baik dalam bentuk dana maupun barang. Donasi yang berasal dari Yayasan YARSI, sivitas akademika dan alumni Universitas YARSI, jamaah Masjid Jami YARSI, serta keluarga besar RS YARSI dan RSGM YARSI berhasil menghimpun dana sebesar Rp184 juta hingga akhir tahun 2025.
Bantuan tersebut disalurkan ke berbagai daerah terdampak bencana dalam bentuk kebutuhan dasar pengungsi, seperti pakaian, selimut, alas kaki, makanan siap saji, hingga makanan bayi.
Pada 3 Desember 2025, tim Universitas YARSI bahkan menempuh perjalanan darat selama dua hari menuju Kabupaten Agam untuk membantu menghidupkan kembali aktivitas masjid dan pondok pesantren di wilayah Salareh Aia dan Kayu Pasak yang terdampak cukup parah.
Kehadiran Rektor Universitas YARSI, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D., bersama sejumlah mitra seperti Human Initiative, Baitul Maal Merapi Merbabu (BM3) Yogyakarta, Global Insan Cita Foundation (GICF), serta Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG), turut memperkuat penyaluran bantuan dan dukungan psikososial di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam.
Menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar pada 5 Januari 2026, Universitas YARSI memberikan perhatian khusus pada sektor pendidikan dengan menyalurkan 513 paket perlengkapan sekolah bagi siswa TK hingga SMP. Program ini digalang bersama Minangkabau Diaspora Global Network dan Human Initiative Australia.
Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada 2 Januari 2026 di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Agam, Lubuk Basung, dan diserahkan kepada Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Agam, Andrinaldi, serta disaksikan oleh Ny. Merry Benniwarlis. “Kita berharap bantuan ini dapat mendukung semangat belajar para murid dalam meraih cita-cita serta tumbuh menjadi generasi unggul dan berprestasi,” tutupnya. (pry)
















