METRO PADANG

Berpuasa saat Musim Panas, Dahulukan Berbuka dengan Air Putih

0
×

Berpuasa saat Musim Panas, Dahulukan Berbuka dengan Air Putih

Sebarkan artikel ini

ANDALAS, METRO – Tinggal hitungan hari, umat Islam akan berpuasa mulai subuh hingga magrib sepanjang Ramadhan. Di Sumbar, Ramadhan jatuh pada saat musim panas yang bisa membuat tubuh terasa lemas. Pasalnya, saat kemarau cuaca di siang jari akan terasa lebih panas, sehingga menimbulkan berbagai macam keluhan kesehatan.
Merespon hal tersebut, Kepala Puskesmas Andalas, dr Mela Aryani menyebutkan, kebutuhan cairan saat puasa bisa disiasati dengan minum air putih saat sahur dan berbuka. Aturannya, kata dia, saat sahur minum air putih sedikitnya 2 gelas. Kemudian, saat berbuka puasa dahulukan minum air putih kembali.
“Kalau cuaca panas ini, intinya bagaimana kita bisa menjaga asupan cairan. Pas sahur dan berbuka pastikan konsumsi cairan yang cukup. Takaran minimal minum air putih dua liter atau delapan gelas per hari,” ujar dr Mela Aryani, Jumat (3/5).
Lebih lanjut, kata dr Mela, pembagiannya dapat dilakukan dengan meminum 1 gelas air tak lama usai bangun sahur, 1 gelas saat sahur, 1 gelas setelah sahur, 1 gelas saat berbuka puasa, 1 gelas setelah shalat maghrib. Kemudian, 1 gelas saat makan besar, 1 gelas usai shalat tarawih, dan 1 gelas sebelum tidur.
“Minum air putihnya harus dibagi-bagi, biar perut tidak mudah kembung,” pesan dr Mela.
Alasan kenapa minum air putih, tutur dr Mela, karena lebih sehat, tidak mengandung pemanis, dan pengawet. Dia menambahkan, untuk mencukupi cairan tubuh tidak hanya minum air putih, tetapi juga bisa mengonsumsi buah-buahan tinggi mengandung air. Misalkan, semangka, melon hingga timun.
“Bisa juga cairan tubuh kita ditambah dengan asupan buah-buahan yang mengandung air seperti, semangka dan kurma. Tambahkan juga dengan sayuran seperti, mentimun dan tomat. Karena dua sayuran ini juga mengandung banyak air,” ujar dr Mela.
Saat Ramadhan, dr Mela mengingatkan, untuk menghindari makanan terlalu manis dan asin. Karena, gula dan garam ini sifatnya menarik cairan tubuh sehingga akan lebih sering buang air kecil. Jika banyak kencing, maka tubuh akan mudah terkena dehidrasi.
“Kurangi asupan gula dan garam, karena kalau banyak gula dan garamnya kecendrungan kita untuk dehidrasi itu akan lebih meningkat. Lalu parameter lainnya adalah coba lihat warna buang air kecil. Tanda kita tidak dehidrasi warnanya jernih, kalau dehidrasi warna kuning,” terang dr Mela.
Mengingat cuaca panas, dr Mela mengimbau, masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan yang dapat bersinggungan langsung dengan terik matahari. Bila mendesak masyarakat disarankan untuk menggunakan pelindung tubuh.
“Ketika memang di luar sangat terik, dan kita masih menghindarkan sebaiknya diminimalisir. Tapi kalau tidak bisa menghindarkan, maka perlu memakai pelindung seperti, topi, payung, hingga pelindung kepala. Kemudian banyak juga konsumsi vitamin C,” saran dr Mela.
Bila penyakit menyerang, dr Mela juga mengimbau kepada masyarakat agar segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk menjalani pengobatan. Sebab ketika cuaca panas, menurut dia, penyakit rentan menyerang orang tua diatas 60 tahun dan anak-anak terutama balita.
Sementara, Ahli Gizi, dr Riza mengingatkan, agar menjaga menu berbuka dan sahur supaya tubuh tetap sehat jangan kalap menyantap semua makanan yang dihidangkan karena faktor sudah menahan lapar seharian. Setelah berpuasa, dia menganjurkan, untuk minum manis hangat dan makanan ringan. (mil)