METRO PESISIR

Dampak Bencana Hidrometeorologi di Pariaman, 55 Rumah dan 800 Hektare Lahan Pertanian Rusak

3
×

Dampak Bencana Hidrometeorologi di Pariaman, 55 Rumah dan 800 Hektare Lahan Pertanian Rusak

Sebarkan artikel ini
SAMPAIKAN LAPORAN KERUSAKAN— Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Forkopimda rapat bersama Gubernur Mahyeldi Ansharullah terkait dampak penanganan bencana di Pariaman.

PARIAMAN, METRO–Pemeritah Kota Pariaman menyampaikan laporan dampak bencana Hi­drometeorologi kepada Gubernur Sumatera Barat secara daring di Balaikota Pa­riaman.

Rapat tersebut diikuti oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi, serta Pemerintah Kota Pariaman yang dihadiri langsung oleh Walikota Pariaman, Yota Ba­lad didampingi Forkopimda, Kepala OPD terkait dan BPBD Kota Pariaman beserta beberapa daerah lainnya di wilayah Sumbar yang terdampak bencana.

Dalam laporan yang disampaikan, Yota Balad me­maparkan kondisi terkini dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kota Pariaman, menyebabkan puluhan rumah rusak akibat dari banjir karena intensitas curah hujan tinggi dan angin kencang. “Total rumah yang mengalami kerusakan sebanyak 55 rumah, 10 dian­taranya kondisi rusak berat ,” ujarnya.

Di samping itu, bencana tersebut tidak hanya merusak rumah warga namun juga lahan pertanian. “Lebih kurang 800 hektare lahan pertanian yang terdampak,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dirinya berharap Pemprov Sumbar dapat membantu menormalisasi aliran Sungai Batang Mangor sepanjang 14 km ini.

Kondisi Sungai Batang Mangor sekarang bisa dikatakan berada pada zona merah, karena abrasi tidak hanya mengancam lahan pertanian tapi juga ratusan permukiman warga yang berada di sekitar bantaran su­ngai. “Kami berharap pena­nganan dari Pemprov Sumbar sesegera mungkin, dan memohon arahan dari Gubernur terkait langkah-langkah penanganan pasca bencana ini,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah dalam arahannya menekankan penting­nya kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem. Ia meminta pemerintah daerah terus meningkatkan kewaspa­da­an, memperkuat koordinasi, serta melakukan pelaporan secara berkelanjutan. Melalui rapat daring ini, diharapkan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Pariaman semakin kuat dalam upaya penanganan dan mi­tigasi bencana hidrometeorologi, demi keselamatan dan kenyamanan masya­rakat. (efa)