PASAMAN, METRO—Kasus penganiayaan penganiayaan yang menimpa seorang lansia bernama Saudah (67) di Jorong VI Lubuk Aro, Nagari Padang Mantinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman Kabupaten Pasaman, berhasil diungkap oleh pihak Kepolisian.
Pasalnya, Tim gabungan dari Polres Pasaman, Polsek Rao dan Resmob Polda Sumbar berhasil mengamankan pelaku penganiayaan berinisial IS alias Mk (26) yang berstatus mahasiswa. Pelaku diketahui tinggal di jorong yang sama dengan Nenek Saudah. Kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pasaman.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Susmelawati Rosya membenarkan adanya penangkapan itu. Menurutnya, Pelaku merupakan seorang mahasiswa. Dalam hal ini kasus masih dalam penyelidikan dan pengembangan Polres Pasaman.
“Kasus ini menjadi perhatian langsung Kapolda Sumbar dan diharapkan tuntas sesuai prosedur hukum berlaku. Polri memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan, sebagai wujud komitmen dalam memberikan perlindungan hukum serta rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Pasaman, AKBP Muhammad Agus Hidayat menyatakan, setelah menerima laporan resmi, jajaran Polres Pasaman langsung menurunkan tim gabungan.
“Berdasarkan pengakuan sementara, terduga pelaku melakukan penganiayaan dengan cara meninju wajah korban menggunakan kedua kepalan tangan secara berulang kali,” jelas AKBP Muhammad Agus Hidayat, Selasa (6/1).
AKBP Muhammad Agus Hidayat menambahkan, dalam proses penanganan perkara, Polri mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dengan melibatkan pihak keluarga dan tokoh masyarakat setempat.
“Pada Senin (5/1) sekitar pukul 04.30 WIB, terduga pelaku diserahkan langsung oleh pihak keluarga kepada tim gabungan Resmob dan Polres Pasaman, untuk selanjutnya menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Pasaman dan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim,” jelas dia.
Wagub Sumbar apresiasi Polres Pasaman
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polres Pasaman dan Polda Sumbar atas keberhasilan menangkap pelaku penganiayaan terhadap seorang nenek bernama Saudah. Apresiasi itu disampaikan Vasko dalam percakapan via telepon seluler (ponsel) dengan Kapolres Pasaman, AKBP Muhammad Agus Hidayat.
Dalam komunikasi tersebut, Wagub menanyakan perkembangan penanganan kasus sekaligus memastikan keberlanjutan proses hukum terhadap pelaku. Selain itu, Vasko juga meminta Kapolres Pasaman untuk melibatkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) agar Nenek Saudah tidak mengalami intimidasi atau hal-hal yang tidak diinginkan pasca penyerangan.
“Ini poin yang paling penting buat saya yah Pak Kapolres, saya tak mau bicara di konteks yang lain, tapi bicara di kemanusiaannya ini. Ini kan kurang ajar sekali, di saat ada nenek-nenek tua yang dipukul sampai mukanya hancur seperti ini, bagi saya ini sudah kelewatan batas gitu. Kalau perlu dilibatkan LPSK pak, biar tak terjadi hal-hal tak diinginkan lagi begitu Pak,” katanya.
Vasko menegaskan, Pemprov Sumbar tidak mentolerir tindakan kekerasan serupa di wilayahnya. Ia meminta aparat memberikan efek jera maksimal bagi pelaku, sekaligus menjadi peringatan agar kasus serupa tidak terulang.
“Orang tua, apalagi perempuan itu paling kita hormati, minta tolong yah Pak. Kita beri efek jera dan hukuman berat kepada pelaku berinisial IS (26) tersebut. Terima kasih banyak buat jajarannya Pak Kapolres, luar biasa Polres Pasaman,” pungkasnya. (*)













