SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

15 Pejabat Eselon II Dimutasi

13
×

15 Pejabat Eselon II Dimutasi

Sebarkan artikel ini
PELANTIKAN PEJABAT— Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra memberikan ucapan selamat usai pelantikan 15 pejabat eselon II di Lingkungan Pemko Sawahlunto.

SAWAHLUNTO, METRO–Lima belas pemegang jabatan (Pejabat) Eselon II Sawahlunto dimutasi. Kepala badan menjadi staf ahli dan asisten dan Staf ahli jadi kepala dinas.

Mutasi digelar Walikota Riyanda Putra di ba­lairung rumah dinas kepala daerah Sawahlunto, Senin (5/1). Pejabat dimutasi, Halomoan diangkat jadi Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia. Se­dang­kan jabatan Asisten Administrasi Umum yang ditinggalkan Halomoan digantikan Jon Hendri.

Eva Riamsyah diang­kat menjadi Kepala Dinas Perhubungan menggantikan Nurwansyah yang menempati posisi baru sebagai Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran. Hilmed diangkat jadi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah menggantikan Dodi Ardona yang dimutasi menjadi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

Lalu, Adri Yusman diangkat menjadi Kepala Dinas Sosial Pemberda­yaan Masyarakat Desa Perlin­dungan Perempuan dan Anak. Sebelumnya, posisi ini dipegang Efriyanto yang diangkat menjadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Partai Politik. Sedangkan Yulianto Kepala Badan Kesbangpol menempati jabatan baru sebagai staf ahli bidang Hukum dan Politik.

Maizir, sebelumnya men­­jadi Kepala Dinas PU­PR diangkat menjadi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Per­­tanahan dan Lingkungan Hidup, menggantikan Ad­rius Putra yang menempati jabatan Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Informatika.

Jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip yang ditinggalkan Jon Hen­­dri di tempati Afrizon. Le­lis Eprienti menempati posisi sebagai Staf Ahli Bi­dang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan. Afridarman diangkat menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Guspriadi diangkat menjadi Kepala Dinas Kebuda­yaan. Dua jabatan Eselon II, Barenlitbangda dan PU PR kosong.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra dalam pelantikan itu mengatakan, mutasi ini tuntutan kebutuhan organisasi pengembangan karir bagi aparatur.  “Bagi pejabat yang telah dilantik agar jalan amanah jabatan ini de­ngan sebaik-baiknya,” ujar Riyanda.(pin))