PADANG, METRO–Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi menegaskan bahwa keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memberikan damÂpak nyata bagi pengembangan UMKM dan peÂnguatan ekonomi maÂsyaÂrakat sekitar.
Menurutnya, selain meÂÂmenuhi kebutuhan gizi anak dan mencetak sumber daÂya manusia (SDM) yang berkualitas di masa depan, pelaksanaan MBG juga haÂrus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi loÂkal.
“Program MBG tidak hanya soal pemenuhan gizi anak, tetapi juga harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat loÂkal,” ujar Muhidi saat menghadiri peresmian SPPG Yayasan SBLF Jati, Kecamatan Padang Timur, Minggu (4/1).
Muhidi menambahkan, program MBG juga menjadi salah satu solusi dalam menekan angka pengangguran di tengah masyaÂrakat. Hal itu terlihat dari keterlibatan warga sekitar dalam operasional dapur MBG.
“Di SPPG Jati, sekitar 60 hingga 70 persen tenaga kerja berasal dari warga Kelurahan Jati,” ungkapnya.
Muhidi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mendukung pelaksanaan program MBÂG agar berjalan optimal, tepat sasaran, transparan, serta berkelanjutan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Anggota DPD RI, Muslim M Yatim, yang meresmikan SPÂPG Jati, berharap program MBG dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.
Ia menilai program tersebut sejalan dengan praktik yang telah lebih dahulu diterapkan di seÂjumlah negara seperti JeÂpang, Brasil, Thailand, hingga Malaysia.
Menurutnya, melalui pelaksanaan MBG yang konsisten dan berkualitas, cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan dengan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
SPPG Jati dijadwalkan mulai beroperasi pada 8 Januari 2026. Pada tahap awal, layanan MBG akan menjangkau delapan sekoÂlah dengan distribusi lebih dari 260 porsi per sekolah.
Secara keseluruhan, pada pelaksanaan perdana, SPPG Jati akan menyiapkan lebih dari 1.000 porsi makaÂnan bergizi setiap hari, yang selanjutnya akan diÂtingkatkan secara bertahap seiring optimalisasi operasional dapur dan kesiapan sarana pendukung. (rgr)















