LIMAPULUH KOTA, METRO –Antisipasi dampak negatif terkait munculnya Sawah Luluih di Jorong Tapi Nagari Situjuah Batuah (Kawasan Pombatan) Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, pihak kepolisian memasang Garis Polisi (Police Line) di sekitar lokasi sawah milik Adrolios panggilan Si Ad (61).
Meski telah dipasang dan diperingati untuk tidak mendekat, puluhan orang masih memaksa masuk dan mencoba melihat dari dekat lobang yang dipenuhi genangan air itu. Dan terlihat sampai pagi hari pada Senin (5/1), air sudah terlihat menggenangi sawah disekitar lobang besar itu.
Hingga saat ini, puluhan masyarakat dari berbagai tempat terus berdatangan kelokasi itu. BPBD Kabupaten Limapuluh Kota juga telah melakukan pengukuran terhadap lokasi lobang itu. Dari hasil pengukuran yang dilakukan, diketahui kedalaman air sekitar 5,7 M dengan kedalaman diperkirakan 8 M dan diameter sekitar 7 M. Bahkan air dalam lubang tersebut terus bertambah dan terus terjadi gerakkan air seperti deburan ombak. “Tadi memang sudah dipasang Garis Polisi,” sebut AIPTU. Mulia Raja, anggota Polsek Situjuah.
Sementara dari pantauan di lokasi Sawah Luluih itu, tidak hanya masyarakat sekitar, pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di Jalan alternatif Kabupaten Limapuluh Kota -Tanah Datar juga sengaja melihat fenomena yang terjadi.
Kepala Jorong Tapi, Salmi mengatakan bahwa kejadian itu pertama kali terjadi di daerah mereka, lokasi tersebut sejak puluhan tahun telah dijadikan lahan pertanian oleh masyarakat, sehingga kejadian sawah luluih sangat mengejutkan. “ Lokasi tersebut puluhan tahun adalah lokasi pertanian yang digarap masyarakat, tidak ada mata air disini,” tutupnya diamini anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky.
Sebelumnya, Warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, dikejutkan dengan fenomena alam tanah berlobang (Sinkhole), Minggu (4/1).
Fenomena alam yang oleh penduduk lokal disebut sebagai “sawah luluih” ini terjadi di sawah yang digarap Adrolmios alias Si Ad, (61), warga Nagari Situjuah. “Saya tahu, kejadiannya tadi sekitar jam 11.00 WIB,” ceritanya.
Menurut Adrolmios, bersama Kepala Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Salmi, kejadian ini pertamakali diketahui Mak Etek Uwid warga setempat yang sedang bekerja di sekitar lokasi. Dia mendengar bunyi bergemuruh, seperti ledakan.
Mak Etek Uwid kaget, ternyata di sawah garapan Adrolmios yang sebelumnya retak-retak karena kemarau, tiba-tiba muncul lubang besar. Lubang itu diameternya makin lama semakin besar dan semakin besar. Di dalamnya ada air dengan kedalaman diperkirakan sudah 20 meter. Anggota Komisi II DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, yang mitra kerjanya termasuk BPND dan Damkar, langsung turun ke lokasi. Bersama penggarap sawah, Adrolmios. Di lokasi, Fajar menghubungi Plt Kalaksa BPBD Rahmadinol. Fajar meminta BPBD turun ke lokasi dan melakukan kajian terhadap fenomena alam ini agar warga tidak cemas. “Kita meminta BPBD Lima Puluh Kota untuk melihat kejadian dan melakukan kajian, ini penting agar masyarakat kita tidak cemas dan khawatir dengan fenomena alam ini,” harap Fajar. (uus)














