METRO PESISIR

Pemkab Goro untuk Normalisasi Aliran Sungai Batang Mangoi

0
×

Pemkab Goro untuk Normalisasi Aliran Sungai Batang Mangoi

Sebarkan artikel ini
NORMALISASI SUNGAI— Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis turun langsung berbaur dengan masyarakat bergoro untuk normalisasi di aliran Sungai Batang Mangoi.

PDG.PARIAMAN, METRO–Semangat gotong royong kembali menyala di Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto. Bupati Padangpariaman, John Ke­nedy Azis  turun langsung ke aliran Sungai Batang Mangoi dan bergabung bersama masyarakat da­lam aksi gotong royong normalisasi sungai yang mengalami pelebaran dan pendangkalan akibat banjir berkepanjangan.

Banjir yang melanda kawasan tersebut sejak November lalu menyebabkan Sungai Batang Mangoi meluap dan menghantam Masjid Lubuk Bareh, masjid tertua di kawasan Sungai Sariak. Abrasi yang terus terjadi menggerus bantaran sungai dan mengancam bagian depan masjid yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi bagi masyarakat setempat. “Mas­­jid Lubuk Bareh ini bukan sekadar tempat iba­dah, tetapi juga saksi sejarah dan pusat kehidupan ma­syarakat. Kita tidak bo­leh membiarkannya rusak,” ujarnya.

Sebagai langkah cepat dan konkret, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman bersama masyarakat melakukan normalisasi sungai dengan mengalihkan aliran air menggu­nakan alat berat. Upaya ini bertujuan menahan laju abrasi sekaligus mencegah kerusakan yang lebih parah terhadap masjid.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati mengerahkan dua unit alat berat ekskavator yang direncanakan bekerja selama satu minggu. Selain itu, akan dipa­sang bronjong sepanjang 150 meter untuk pengamanan Masjid Lubuk Bareh, serta dilakukan normalisasi dan pelurusan alur Su­ngai Batang Mangoi se­panj­ang sekitar 500 meter.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati juga menyerahkan bantuan da­na tunai sebesar Rp 15 juta guna membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Di sela kegiatan, Bupati turut menyampaikan harapan agar seluruh proses berjalan lancar. “Kami mohon doa dari seluruh ma­syarakat, khususnya para perantau, agar cuaca tetap cerah sehingga pekerjaan ini dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi tinggi atas kekompakan dan ke­pedulian warga. Sejak pagi hari, masyarakat—mulai dari tokoh adat, pemuda, hingga warga sekitar—tampak bahu-membahu tanpa sekat, menunjukkan kuatnya nilai gotong royong yang masih hidup dan mengakar di tengah ma­syarakat. “Ini bukti bahwa ketika pemerintah dan ma­syarakat berjalan bersama, persoalan seberat apa pun dapat kita hadapi dan selesaikan,” ungkapnya (efa)