BERITA UTAMA

Jadi Tersangka Kasus di KPK, Bupati Solsel Mundur dari Gerindra

0
×

Jadi Tersangka Kasus di KPK, Bupati Solsel Mundur dari Gerindra

Sebarkan artikel ini

SOLSEL, METRO  -Menjadi tersangka kasus dugaan korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Bupati Solok Selatan (Solsel) Muzni Zakaria mundur dari kepengurusan DPC Partai Gerindra. Muzni menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Solsel sejak tahun 2015 lalu.
Sekretaris DPC Partai Gerindra Solsel Isyuliadri Maas, Jumat (3/5) menyebut, mundurnya Muzni Zakaria memang terkait dengan kasus yang sedang membelitnya di KPK. Alasan mundur agar tidak mengganggu aktivitas dan stabilitas partai. Dia juga tengah fokus mengikuti proses hukum.
Surat pengunduran diri Muzni Zakaria dikirim sejak Sabtu (27/4) pekan lalu dan telah diteruskan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumbar untuk dilanjutkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.
“DPC dan DPD hanya mengusulkan, sedangkan keputusan pemberhentian tetap oleh DPP,” kata Isyuliardi.
Terkait siapa pengganti Muzni sebagai Ketua DPC Gerindra, dia belum mau mengungkapkan karena belum ada surat resmi dari DPP.
“Pengganti Muzni Zakaria belum diputuskan DPP,” ujarnya.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra Andre Rosiade juga membenarkan pengunduran diri Muzni itu. Menurutnya, hal itu sudah tepat dan DPP Gerindra tentu segera memprosesnya.
“Suratnya sudah masuk. Minggu depan sudah jelas siapa penggantinya,” kata Andre yang juga belum bisa memastikan apakah Gerindra akan memberikan pendampingan hukum atau tidak.
Sebelumnya, sejumlah pegawai KPK melakukan penggeledahan di rumah pribadi Muzni di Kompleks Astratek, Ulak Karang, Padang Utara, Kota Padang 25 April 2019. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan kasus ini masih dalam proses penyidikan dan saat ini tim masih bekerja di lapangan.
KPK menyita sejumlah dokumen dari penggeledahan yang dilakukan di rumah pribadi Bupati Solok Selatan tersebut. Namun, Febri belum bisa menjelaskan lebih lanjut baik perkara dan tersangka terkait kasus di Solok Selatan itu.
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyebut Muzni Zakaria sebagai tersangka. Penetapan ini merupakan tindak lanjut dari ditingkatnya kasus tersebut ke penyidikan.
“Iya benar sudah tersangka,” kata Basaria beberapa waktu lalu.
Namun, Basaria masih enggan menjelaskan lebih detail mengenai kasus yang menjerat Bupati Solok ini. Status kasus ini telah ditingkatkan KPK ke tahap penyidikan dan KPK akan mengumumkan mengenai kasus ini secara detail dalam konferensi pers selanjutnya.
Sementara Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Nasrul Abit menyiapkan pengganti Muzni Zakaria. Penetapan pengganti Muzni akan dikeluarkan DPP Gerindra pada Senin (6/5).
“Setelah surat pengunduran dirinya 27 April diterima, kita langsung usulkan untuk pelaksana tugas. Namanya kita ambil dari DPD. Langkah itu guna menstabilkan kondisi Gerindra pasca ditetapkannya Muzni sebagai tersangka oleh KPK,” sebut Nasrul Abit yang juga Wakil Gubernur Sumbar ini, kemarin.
Meski begitu, DPD tetap mempertimbangan kondisifitas Gerindra di daerah itu. DPD Gerindra juga menunjuk Plt yang berasal dari Solok Selatan, hanya saja sedang menjadi pengurus di DPD.
Selain itu, Nasrul Abit juga menilai penetapan Muzni Zakaria sebagai tersangka adalah murni terlibat pelanggaran hukum. Tidak ada nilai politis dari status itu.
“Sekarang kita berikan kesempatan bagi Muzni dan penegak hukum untuk menjalani proses hukum. Kita hormati itu,” katanya.
Sebelumnya Muzni mengakui terkait ada penggeledahan oleh KPK RI itu. Katanya, saat penggeledahan pagi dia sedang berdinasi di Jakarta. “Benar ada penggeledahan. Tapi apa pemasalahan sebenarnya saya juga belum tahu,” kata Muzni.
Muzni juga menyebut pernah dipanggil KPK beberapa waktu lalu.
“Sebelumnya saya memang pernah dipanggil KPK dua kali. 27 Januari dan 11 Februari 2019 terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi tentang pengadaan barang dan jasa pada Dinas PU Solsel. Dalam hal menerima hadiah atau janji. Sehabis itu diam, belum ada panggilan. Ya tiba-tiba saja tadi pagi ada kejadian,” kata Muzni.
Tekait kemunduran dirinya itu, Muzni belum bisa dikonfirmasi sampai tadi malam. Bahkan, Kabag Humas Pemkab Solsel Firdaus Firman juga enggan memberikan keterangannya.
“Saya juga baru baca di media online, jadi tak ada informasi yang bisa diberikan. Pak Bupati (Muzni) juga masih di Jakarta,” katanya. (mil/rgr)