PADANG, METRO–Suasana di SDN No. 152981 Tukka 1B, Jalan Humala Tambunan, tampak berbeda. Tidak ada suara riuh siswa belajar, melainkan deru langkah dan semangat gotong royong dari para prajurit TNI AL dari Korps Marinir, Jumat (2/1) hingga Sabtu (3/1) . Pasca bencana yang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, sisa-sisa lumpur tebal masih mengendap di lantai kelas dan selasar sekolah. Kondisi ini menggerakkan para Prajurit Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satgas Gulbencal Kodaeral II untuk turun melaksanakan perbantuan.
Sebelumnya mereka juga membersihkan sisa lumpur tebal di kanrtor Camat Tukka, Tapanuli Tengah.
“Mengembalikan ruang belajar yang layak, para prajurit bersama personel Kodaeral II bahu-membahu mengeruk tumpukan lumpur yang menutup akses pendidikan. Fokus utama mereka adalah memastikan ruang kelas, teras, hingga area halaman kembali bersih dan tertata,” ujar Kadispen Kodaeral II Padang Letkol Laut (KH) Rizaldi, kepada POSMETRO di Padang, kemarin.
Dikatakan Rizaldi, aksi ini dilakukan agar anak-anak di Tukka tidak perlu menunggu terlalu lama untuk kembali bersekolah. Bagi para prajurit, membersihkan lantai sekolah bukan sekadar tugas dinas, melainkan upaya memberikan rasa nyaman bagi generasi penerus agar bisa belajar dengan layak kembali.
Langkah nyata ini seburt Rizaldi, sejalan dengan pesan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan bahwa TNI AL harus selalu hadir sebagai solusi bagi masyarakat, terutama di masa sulit pasca bencana.
“Kehadiran Prajurit Korps Marinir TNI AL di Tapanuli Tengah merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan TNI AL dalam misi kemanusiaan. Hingga saat ini, personel dan bantuan terus dikerahkan di berbagai titik bencana untuk mempercepat pemulian wilayah dan memastikan masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi masa sulit,” tutur Rizaldi.
Sebelumnya, Tim Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodaeral II melaksanakan kegiatan pembersihan Kantor Kecamatan Tukka yang terdampak tumpukan lumpur pascabencana. “Pembersihan dilakukan secara bertahap sejak pagi hingga sore hari dengan fokus pada area depan dan lingkungan kantor kecamatan guna mendukung pemulihan aktivitas pelayanan masyarakat,’ sebut Rizaldi. (ped)






