LIMAPULUH KOTA, METRO –Warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, dikejutkan dengan fenomena alam tanah berlobang (Sinkhole), Minggu (4/1). Fenomena alam yang oleh penduduk lokal disebut sebagai “sawah luluih” ini terjadi di sawah yang digarap Adrolmios alias Si Ad, (61), warga Nagari Situjuah.
“Saya tahu, kejadiannya tadi sekitar jam 11.00 WIB,” ceritanya.
Menurut Adrolmios, bersama Kepala Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Salmi, kejadian ini pertamakali diketahui Mak Etek Uwid warga setempat yang sedang bekerja di sekitar lokasi. Dia mendengar bunyi bergemuruh, seperti ledakan.
Mak Etek Uwid kaget, ternyata di sawah garapan Adrolmios yang sebelumnya retak-retak karena kemarau, tiba-tiba muncul lubang besar. Lubang itu diameternya makin lama semakin besar dan semakin besar. Di dalamnya ada air dengan kedalaman diperkirakan sudah 20 meter.
Anggota Komisi II DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, yang mitra kerjanya termasuk BPND dan Damkar, langsung turun ke lokasi. Bersama penggarap sawah, Adrolmios.
Di lokasi, Fajar menghubungi Plt Kalaksa BPBD Rahmadinol. Fajar meminta BPBD turun ke lokasi dan melakukan kajian terhadap fenomena alam ini agar warga tidak cemas. “Kita meminta BPBD Lima Puluh Kota untuk melihat kejadian dan melakukan kajian, ini penting agar masyarakat kita tidak cemas dan khawatir dengan fenomena alam ini,” harap Fajar.
Saat ini disampaikan Fajar, di lokasi ratusan masyarakat berdatangan. Polisi sudah memasang police line di sekitar lokasi. Namun, masyarakat tetap penasaran melihat lubang yang berisi air dan masih terdengar berdentam-dentam itu.
Tidak hanya warga Situjuah, fenomena alam ini juga menjadi tandaranya yang membuat masyarakat penasaran. Mengingat lobang yang sangat besar dan dalam. Dan tentu ini membuat masyarakat sekitar areah sawah menjadi khawatir dan cemas. Terlihat sawah yang “luluih” itu terjadi usai dipanen pemiliknya. (uus)















