METRO PESISIRMETRO SUMBAR

BERANI Kemenag Pariaman Rehab Rumah WargaTidak Mampu di Kajai

1
×

BERANI Kemenag Pariaman Rehab Rumah WargaTidak Mampu di Kajai

Sebarkan artikel ini
REHAB RUMAH— Wako Pariaman Yota Balad didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman Rinalfi, melihat rumah Syamsurizal Tuanku Sidi, yang berdomisili di Desa Kajai, Kecamatan Pariaman Timur, yang akan direhab melalui program BERANI.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman Yota Balad didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman Rinalfi, kemarin, langsung bertolak ke rumah Syamsurizal Tuanku Sidi, yang berdomisili di Desa Kajai, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman untuk melihat bantuan rumah program Benah Rumah Bina Penghuni ( BERANI ) dari Kementerian Agama Kota Pariaman.

Program BERANI dari Kemenag Kota Pariaman adalah inisiatif layanan umat berbasis filantropi Islam yang fokus pada aksi kemanusiaan dan ling­kungan, diwujudkan melalui program seperti “Benah Rumah, Bina Penghuni” untuk perbaikan rumah warga kurang mampu yang didukung dari dana zakat ASN, serta kegiatan peduli lingkungan, sebagai bagian dari implementasi program prioritas.

Melihat hasil benah rumah yang masih dalam proses penyelesaian tersebut, Yota Balad sampaikan apresiasinya kepada Kemenag Kota Pariaman dengan program BERANI yang telah memberikan dampak nyata kepada masyarakat yang mem­butuhkan bantuan.

“Saya melihat program BERANI ini sangat bagus sekali dan juga mendukung visi misi pemerintah Kota Pariaman dengan salah satu program unggulannya yaitu Pariaman satu keluarga satu hafiz ( Risalah ),” ujar Yota Balad.

Menurut Yota Balad, program BERANI ini juga memperlihatkan wujud nyata dari kepedulian ASN Kemenag terhadap masyarakat kurang mampu yang ada di Kota Pariaman sekaligus membenahi ke­hidupan penghuni dan lingkungan sekitar dengan kegiatan pembinaan keagamaan.

Sementara itu Rinalfi menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu dengan merenovasi rumah mereka agar lebih layak huni, sekaligus memberikan pembinaan atau pendampingan kepada penghuninya serta menekankan kepedulian terhadap ke­se­jahteraan masyarakat dan penanggulangan ke­miskinan berbasis zakat.

“Pelaksanaan program ini melibatkan berbagai unsur dan didukung penuh oleh Kemenag Provinsi Sumatera Barat bersama Unit Pengelola Zakat (UPZ) setempat, dengan bantuan yang disalurkan sebesar Rp. 20 juta rupiah,” ungkap Rinalfi. (efa)