Sementara itu, Camat Koto XI Tarusan, Nurlaini, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat meningkatnya debit air Sungai Batang Tarusan yang tidak mampu menampung curah hujan tinggi.
“Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan naiknya debit air Sungai Batang Tarusan sehingga menggenangi pemukiman warga di beberapa nagari,” kata Nurlaini.
Nurlaini menyebut, dampak banjir juga menyebabkan terputusnya akses lalu lintas utama di wilayah tersebut.
“Untuk arus lalu lintas Padang–Painan tidak bisa dilewati karena tingginya air di daerah Jongah serta di sekitar Jembatan II Nagari Duku dan Duku Utara,” ucapnya lagi.
Meski genangan air cukup tinggi, hingga sore hari situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dilaporkan masih terkendali. Tidak ada laporan korban jiwa, namun masyarakat diminta tetap siaga dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Pihak kepolisian, TNI, dan pemerintah kecamatan menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan siap mengambil langkah cepat apabila kondisi banjir semakin meluas.(*)













