BERITA UTAMA

Sungai Batang Tarusan Meluap, Akses Jalan Padang-Painan Lumpuh Gegara Terendam Banjir

3
×

Sungai Batang Tarusan Meluap, Akses Jalan Padang-Painan Lumpuh Gegara Terendam Banjir

Sebarkan artikel ini

PESSEL, METROHujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, sejak Jumat siang (2/1) mengakibatkan Sungai Batang Tarusan meluap hingga merendam pemukiman warga di sejumlah nagari.

Tidak hanya rumah, banjir juga menggenangi jalan raya dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa. di Nagari Du­ku Induk. Akibat kondisi tersebut, jalur utama Pa­dang–Painan tidak dapat dilalui oleh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Kapolsek Koto XI Tarusan, Iptu Irfan Chandra, mengatakan banjir mulai merendam badan jalan sejak pukul 11.00 WIB. Hingga pukul 17.30 WIB, genangan air masih belum surut sehingga akses tersebut belum dapat dilalui kendaraan.

“Sampai pukul 17.30 WIB, akses jalan masih tidak bisa dilalui karena banjir. Kami bersama anggota masih berada di lokasi untuk memastikan keselamatan wrga yang berada di sana,” kata Iptu Irfan.

Menurut Iptu Irfan, ketinggian air di ruas jalan Nagari Duku mencapai paha orang dewasa. Dengan kondisi tersebut, kendaraan baik roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

“Sebagai langkah antisipasi, arus lalu lintas dihentikan karena kedalaman air cukup tinggi dan membahayakan pengguna ja­lan. Untuk sementara, kendaraan tidak bisa me­lintas demi keselamatan bersama,” ujar Iptu Irfan.

Selain melakukan pemantauan intensif, ungkap Iptu Irfan, pihaknya juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar ti­dak memaksakan diri me­lintasi genangan air serta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, me­ngingat hujan masih turun dengan intensitas sedang.

Sementara itu, Camat Koto XI Tarusan, Nurlaini, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat meningkatnya debit air Sungai Batang Tarusan yang tidak mampu menampung cu­rah hujan tinggi.

“Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan naik­nya debit air Sungai Batang Tarusan sehingga menggenangi pemukiman warga di beberapa nagari,” kata Nurlaini.

Nurlaini menyebut, dam­pak banjir juga me­nye­babkan terputusnya akses lalu lintas utama di wilayah tersebut.

“Untuk arus lalu lintas Padang–Painan tidak bisa dilewati karena tingginya air di daerah Jongah serta di sekitar Jembatan II Nagari Duku dan Duku Utara,” ucapnya lagi.

Meski genangan air cukup tinggi, hingga sore hari situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dilaporkan masih terkendali. Tidak ada laporan korban jiwa, namun masyarakat diminta tetap siaga dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Pihak kepolisian, TNI, dan pemerintah kecamatan menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan siap mengambil langkah cepat apabila kondisi banjir semakin meluas.(*)