SOLOK, METRO–Pemerintah Kabupaten Solok menggelar zikir bersama dan tabligh akbar dalam rangka menyambut pergantian tahun 2025 ke 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Raya Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Wakil Bupati Solok H. Candra menyampaikan bahwa pergantian tahun 2025 ke 2026 menjadi momentum istimewa. Ia mengatakan, sesuai arahan Gubernur Sumatera Barat, perayaan tahun baru tidak diisi dengan hiburan, melainkan dengan muhasabah dan dzikir bersama.
“Ini sebagai upaya menghisab diri. Kita yakini bahwa bencana yang datang tidak terlepas dari ulah dan dosa manusia. Dengan dzikir, hati menjadi tenang,” kata wabup.
Dia berharap kegiatan dzikir, muhasabah, dan kajian keagamaan dapat terus dilakukan di setiap masjid dan mushala di Kabupaten Solok, sehingga daerah Kabupaten Solok dijauhkan dari bencana dan musibah.
Selain itu, Candra juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, mengingat intensitas hujan diperkirakan masih tinggi hingga Maret 2026. Ia menyebutkan bahwa Gunung Talang saat ini berstatus waspada sesuai informasi BMKG.
Dia mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa agar amal ibadah sepanjang 2025 diterima sebagai amal saleh oleh Allah SWT, serta diberikan kemudahan untuk beramal dan berkarya lebih baik di tahun 2026.
Zikir bersama dipandu oleh H. Mansur Wahid, S.Sos, sedangkan tabligh akbar diisi oleh dua penceramah, yakni Dr.(c) H. Zulkifli, S.Ag, MM dan H. Dedi Irianto, LC, MA.
Dalam tausyiahnya, Dr.(c) H. Zulkifli menyampaikan bahwa terdapat tiga bulan yang sangat istimewa dalam Islam, yakni Rajab, Sya’ban, dan Ramadan. Ia mengajak umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah pada bulan-bulan tersebut dengan memperbanyak taubat, istighfar, dzikir, shalat sunnah, serta memperkuat tauhid.
Sementara itu, H. Dedi Irianto menekankan pentingnya rasa syukur dan muhasabah diri. Menurutnya, petunjuk dari Allah SWT lebih baik daripada seluruh isi dunia. Ia juga mengajak jamaah untuk memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta terus melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
“Jika hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka itulah orang yang beruntung. Jika sama, maka ia rugi. Dan jika lebih buruk, maka ia termasuk orang yang celaka,” ujarnya. (vko)
















