AGAM, METRO–Bencana alam yang melanda Kabupaten Agam sebulan terakhir, menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berhenti sejenak dari aktifitas dan melakukan muhasabah diri.
Di tengah duka dan kehilangan yang masih menyelimuti warga, Pemerintah Kabupaten Agam mengajak masyarakat menjadikan musibah ini sebagai momentum introspeksi diri dan penguatan spiritual.
Bupati Agam, Benni Warlis mengatakan, bencana yang terjadi bukan sekadar peristiwa alam, melainkan juga panggilan bagi umat untuk kembali merenungi hubungan dengan sang pencipta serta mempererat kepedulian antar sesama.
“Kita sedang diuji. Banyak saudara kita yang kehilangan anggota keluarga, tempat tinggal, mata pencaharian, bahkan fasilitas umum ikut lumpuh,” ujar Benni Warlis saat bermuhasabah, di Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Basung, Rabu (31/12) malam.
Menurutnya, dalam kondisi penuh cobaan seperti saat ini, muhasabah menjadi sangat penting agar manusia menyadari keterbatasannya sekaligus mengakui kebesaran Allah SWT.
Dia menegaskan, melalui muhasabah masyarakat diajak untuk memperbanyak doa dan zikir, memohon agar rangkaian bencana yang masih dihadapi segera berlalu, serta diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapinya.
“Hanya kepada Allah kita mengadu dan meminta pertolongan. Apa yang terjadi adalah kehendak-Nya. Sebagai hamba, kita wajib berserah diri dan terus memperbaiki diri,” katanya.
Lebih lanjut, Benni Warlis menyebut musibah ini harus menjadi cerminan untuk memperkuat iman, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat saling membantu di tengah masyarakat.
“Melalui muhasabah, kita berharap cobaan yang tengah dihadapi dapat segera berakhir dan masyarakat Agam bisa bangkit kembali dengan kekuatan spiritual yang lebih kokoh,” sebutnya.
Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam aktivitas yang sia-sia, terutama dalam menyikapi momentum pergantian tahun baru Masehi.
Menurutnya, pergantian tahun seharusnya diisi dengan kegiatan yang membawa manfaat dan nilai kebaikan. Sebagai wujud nyata, muhasabah turut digelar serentak pada 33 masjid di Kabupaten Agam yang menjadi pelopor Nagari Creative Hub.
Kegiatan ini turut diikuti Ketua DPRD Agam, Ilham, Kakan Kemenag Agam, Thomas Febria, Forkopimda, pimpinan serta jajaran OPD, jamaah dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama berdoa, berzikir dan memperkuat ikhtiar spiritual menghadapi masa sulit pascabencana. (pry)















