MANINJAU, METRO—Bupati Agam, Ir. H. Benni Walis, M.M., Dt. Tan Batuah, kembali meninjau lokasi bencana galodo di Muaro Pisang, Jorong Pasa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis (01/01).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Agam bertemu dengan Tri Rismaharini, Menteri Sosial masa jabatan 2019-2024, yang juga berada di lokasi bencana.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk berdiskusi dan bertukar pandangan terkait kondisi lapangan serta langkah- langkah penanganan pascabencana.
Bupati Agam menyampaikan bahwa kondisi sungai pascagalodo mengalami perubahan signifikan. Aliran sungai beralih dan semakin melebar, sehingga memerlukan penanganan teknis yang komprehensif.
“Untuk saat ini, penanganan baru dapat difokuskan pada pembersihan material di bagian hilir. Daerah hulu belum bisa ditangani karena membutuhkan kajian teknis dan keilmuan khusus,” ujar Bupati Agam.
Dalam penanganan tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam terus berkoordinasi secara teknis dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta Balai Wilayah Sungai (BWS).
Personel di lapangan dinilai cukup, namun penanganan daerah hulu membutuhkan dukungan teknis dari instansi yang berwenang.
Sebanyak empat unit alat berat telah dikerahkan dan beroperasi di lokasi bencana, namun satu unit alat berat terkubur material galodo sehingga tidak dapat difungsikan.
Sementara itu, jalur utama Bukittinggi–Lubuk Basung ditutup total demi keselamatan masyarakat.
Dampak galodo tercatat sebanyak 40 unit rumah warga terdampak, dengan jumlah pengungsi mencapai kurang lebih 200 orang.
Pemerintah daerah terus memantau perkembangan serta mengupayakan penanganan lanjutan bersama pemerintah provinsi dan instansi terkait.
Bupati Agam mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi, serta meminta warga untuk mengikuti arahan petugas di lapangan. (pry)















