AGAM, METRO—Pemerintah Kabupaten Agam mempercepat penanganan darurat bencana longsor yang terjadi di Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya. Longsor tersebut mengakibatkan akses jalan provinsi Lubuk Basung–Bukittinggi tertutup total oleh timbunan material batu, kayu, dan lumpur di kawasan BRI Lama, Pasar Maninjau.
Bupati Agam, Berni Warlis, meninjau langsung lokasi longsor pada Kamis (1/1) untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus memantau upaya penanganan darurat yang dilakukan lintas instansi. Dalam peninjauan itu, Bupati berdialog dengan unsur pemerintah kecamatan, nagari, serta masyarakat terdampak.
Berni Warlis menyampaikan bahwa kondisi Maninjau saat ini cukup mengkhawatirkan, terutama akibat perubahan aliran sungai yang berpotensi memperluas dampak bencana dan mengancam permukiman warga.
Ia meminta masyarakat bersama unsur Basarnas, TNI, Polri, dan relawan untuk melakukan langkah-langkah yang memungkinkan dilakukan dalam situasi darurat, sembari tetap mengutamakan keselamatan.
Menurut Berni Warlis, penanganan longsor tidak cukup hanya difokuskan pada pembersihan material di titik kejadian. Diperlukan penanganan teknis dari wilayah hulu untuk mencegah terulangnya bencana serupa di kemudian hari.
Pemerintah Kabupaten Agam, kata dia, telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta Balai Wilayah Sungai untuk melakukan penanganan secara komprehensif. Penanganan dari hulu hingga hilir dinilai membutuhkan kajian teknis dan keahlian khusus agar penanggulangan dapat dilakukan secara tepat.
Saat ini, empat unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat pembersihan material longsor. Namun, satu unit alat berat dilaporkan ikut tertimbun akibat pergerakan material yang masih labil. Selain itu, sebanyak 40 rumah warga tercatat terdampak oleh kejadian longsor tersebut.
Pemkab Agam bersama unsur terkait terus melakukan penanganan darurat, pembersihan badan jalan, serta langkah mitigasi lanjutan untuk meminimalkan risiko bencana susulan dan memulihkan akses transportasi masyarakat di kawasan Maninjau.
FIK UNP Salurkan Bantuan
Sementara itu, Tim Peduli Bencana Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat dan panti asuhan yang terdampak bencana galodo di kawasan Maninjau, Kabupaten Agam.
Penyaluran bantuan dilakukan di Jorong Labuah, Kecamatan Tanjung Sani, serta Panti Asuhan Aisyiyah yang berlokasi di .uaro Pisang, Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya. Bantuan yang disalurkan berupa sembako, pakaian layak pakai, dan karpet untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana.
Kegiatan ini melibatkan civitas akademika dan organisasi mahasiswa (ORMAWA) Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP, serta dilaksanakan atas izin dan persetujuan pimpinan fakultas sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.
Pembina BEM FIK UNP, Haripah Lawanis, M.Pd., yang memimpin langsung kegiatan penyaluran donasi tersebut, menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan wujud tanggung jawab sosial sivitas akademika FIK UNP terhadap masyarakat.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan empati civitas akademika Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP kepada masyarakat yang terdampak galodo di Maninjau. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita, terutama di tengah kondisi yang masih rawan karena adanya galodo susulan,” ujar Haripah Lawanis. (pry)
















